Selasa, 30 November 2010

Keracunan

 
A.     Definisi
Keracunan adalah masuknya racun ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, pernafasan kontak langsung dan menimbulkan tanda-tanda gejala klinis. Umumnya semua zat kimia bersifat racun, tergantung jumlah dan cara masuk ke dalam tubuh.
B.     Gejala klinik yang khas
1.      Bau  yang khas
a)      Hydrocarbon : minyak tanah, bersin, terpenting
b)     Bawang Putih, asren phospat
c)      Aseton : alcohol, aspirin
2.      Gejalah kulit
a)      Bekas tusukan jarum
b)     Bulae pada kaki korban monoksida
c)      Kulit kering : bernoda, Botulism
d)     Berkeringat : Nitrat nikotin, arsen, aspirin, jamur
3.      Gejala mata
a)      Sianosis : narkotik, fosfat organic
b)     Midriasis : kokain, amfetamin
4.      Gejala Mulut
a)      Sianosis : narkotik, fosfat organic
b)     Mulut kering : belledona, afredin, parkonik
5.      Gejala kardiovaskuler
a)      Tachycardia : alcohol, arsen, atropine, apirin
b)     Bradicardia : digitalis, minyak tanah, jamur
c)      Hypotensi : amfetamin, nikotin
d)     Aritmia : sianida, freon
6.      Gejala respiratorik : edema paru, fosfat organic, minyak tanah, karbon monoksida

7.      Gejala gastrointestinal
a)      Kolik : arsen, jamur
b)     Diare : arsen, zat besi
c)      Konstipasi : timah hitam, narkotik
8.      Gejala susunan syaraf
a)      Kejang : Amfetamin, kamper, sianida, artihinin, jamur, nikotin
b)     Koma : Barbiturat, alcohol, kloralhidrat, jamur
c)      Sakit kepala : CO, alcohol, timah hitam
9.      Hyperpirksia : atropine, aspirin
10. Sianosis  : sianida, CO, Morphin, Nitrat.

C.     Memulai terapi cairan
1.      Mengencerka racun, menambah ekskresi
2.      Mempertahankan sirkulasi 9darah/plasma)
3.      Koreksi asidosis – glukosa IV
Asidosis berat – 3,75 % natrium bikarbonat
4.      Monitor elektrolit serum, terapi yang sesuai

D.    Menanggulangi komplikasi
ARF, Koma
Untuk memonitor lebih lajut, buatlah daftar observasi :
Derajat kesadaran, reaksi pupil, nadi, respirasi, TD, Temperatur, Urine Out Put, Elektrolit, Glukosa darah.
E.      Manajemen keracunan
1.      Identifikasi racun dan sedapat mungkin jumlah racun yang tertelan
2.      Mengeluarkan racun (bila tidak ada kontra indikasi)
F.      Keracunan zat khusus
1.     Zat yang sering ditemukan :
a)      Salisilat
Sering terjadi pada anak, dalam jumlah besar dapat :
-         Ventilasi alveolar bertambah
-         Produk asam organic bertambah, akumulasi keton
-         Pco2 turun, ph darah naik – alkalesis respiratory
-         Hyperpyrexia
-         Hyperglikemia, glucoduria, kadang hypoglikemia
-         Metabolik asidosis pada phase dini
-         Hypotrombinase
Pengobatan :
-         Emesis dengan ipecac syrup
-         Rehidrasi
-         Vitamin k 1 mg im
-         Keadaan berat exchange transfusion, PD, HD
b)     Keracunan Singkong
Penyebab – asam sianida yang ada dalam sigkong. Asam sianida menyebabkan asfiksia dan menggangu oksidasi ke jaringan dengan mengikat enzim sitochrom aksidase
Gejalah : muntah, pusing, lemah, kesadaran menurun, syanosis dan kejang, dyspnoe, pada keadaan berat – koma.



Created by Zen
Amparita, 29 November 2010
21.58 WITA

Contoh Strategi Pelaksanaan (SP) Pada Pasien Prilaku Kekerasan


STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN
CORE PROBLEM : Perilaku Kekerasan
                                                                                                                              
Pertemuan      : I
Hari/tanggal   : ……………
Nama Klien     : Tn. ……..
Ruangan          : …………….

A.        Proses Keperawatan
1.      Kondisi Klien 
Klien datang ke Rumah Sakit diantar oleh keluarganya karena marah-marah dan memecahkan jendela rumah
2.      Diagnosa Keperawatan
Perilaku Kekerasan
3.      TUK (Tujuan Khusus)
1). Membina hubungan saling percaya
2). Mengidentifikasi penyebab marah


        4. Tindakan Keperawatan
              1).Bina hubungan saling percaya dengan teknik komunikasi terapeutik
              2).Diskusikan dengan klien kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
B. Strategi Komunikasi
        1. Fase orientasi
              a. Salam terapeutik
                    “ Assalamu Alaikum, nama saya Zainal, saya mahasiswa Akper Parepare yang akan merawat bapak selama seminggu mulai jam 7.30 s/d 14.00 setiap hari, namanya siapa pak ?, senang dipanggil apa ?
              b. Evaluasi/validasi
                    “Bagaimana perasaan bapak hari ini ? apa bapak sudah mandi ?
              c. Kontrak
·         Topik        : bagaimana kalau kita bincang-bincang tentang hal-hal yang menyebabkan bapak marah”
·         Tempat    : mau dimana kita bercakap-cakap ? bagaimana kalau ruangan perawat ?
·         Waktu      : Mau berapa lama pak ? bagaimana kalau 10 menit ?
       
        2. Fase Kerja
ü  Apa yang membuat bapak memecahkan jendela di rumah ?
ü  Apakah ada yang membuat bapak kesal ?
ü  Apakah sebelumnya bapak pernah marah ?
ü Apa penyebabnya ? sama dengan yang sekarang ?
ü  Baiklah jadi ada …..(sebutkan) penyebab bapak …. marah-marah

        3.Fase Terminasi
              a. Evaluasi Subyektif
                    “ bagaimana perasaan bapak… setelah kita berbincang-bincang ?

              b. Evaluasi Obyektif
                    “ Coba sebutkan 3 penyebab bapak… marah-marah !

              c. Rencana Tindak lanjut
                    “ Baiklah, waktu kita sudah habis, nanti bapak….coba lagi mengingat penyebab marah yang belum kita bicarakan.
              d. Kontrak
·         Topik        : Nanti akan kita bicarakan perasaan bapak pada saat marah dan cara marah yang biasa bapak lakukan.
·         Tempat    : mau dimana kita diskusi ? bagaimana kalau di ruang tamu ? mau pak ya?          
·         Waktu      : kira-kira 30 menit lagi dari sekarang, Ass. Alaikum Wr.Wb, Sampai nanti.




STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN
CORE PROBLEM : Perilaku Kekerasan

Pertemuan      : II
Hari/tanggal   : ……………
Nama Klien     : Tn. ……..
Ruangan          : …………….

B.         Proses Keperawatan
1.         Kondisi Klien
Klien dapat menyebutkan penyebab marah
2.         Diagnosa Keperawatan
Perilaku Kekerasan
3.         TUK (Tujuan Khusus)
3). Mengidentifikasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
4).Mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan
5). Mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan
        4.  Tindakan Keperawatan
              1).Anjurkan klien mengungkapkan yg dialami & dirasakan saat jengkel atau kesal
              2).Anjurkan klien mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan
              3). Bicarakan akibat/kerugian dari cara yang dilakukan klien

B. Strategi Komunikasi
        1. Fase orientasi
              a. Salam terapeutik
                    “ Assalamu Alaikum, Bapak baru bangun ya?
              b. Evaluasi/validasi
                    “Bagaimana perasaan bapak saat ini ?
                    ‘ Apakah masih ada penyebab kemarahan lain yang bapak bisa ingat ?
              c. Kontrak
·         Topik        : Baiklah kita akan membicarakan perasaan bapak…. Jika sedang marah 
·         Tempat    : mau dimana kita bercakap-cakap ? bagaimana kalau ruangan tamu ?
·         Waktu      : Mau berapa lama pak ? bagaimana kalau 15 menit ?
       
        2. Fase Kerja
ü  Bapak ….pada saat dimarahi kakak, apa yang napak rasakan ?
ü  Apakah ada perasaan kesal, tegang, mengepalkan tangan, mondar mandir ?
ü  Lalu apa yang biasanya bapak……lakukan bila marah ?
ü Apakah sampai memukul atau hanya marah-marah ?
ü  Bapak …. Coba dipraktekkan cara marah pada saya, Anggap saya adalah kakak yang membuat bapak jengkel, wah bagus sekali (misalnya klien mempraktekkan dengan memukul meja)
ü  Nah… bagaimana perasaan bapak…..setelah memukul meja ?
ü  Apakah masalah selesai ?
ü  Apakah akibat dari perilaku bapak….Tadi?
ü  Benar pak, tangan menjadi sakit, meja bias rusak, masalah tidak akan selesai & akhirnya bapak dibawa ke Rumah sakit ini.
ü  Bagaimana bapak …., maukah belajar cara mengungkapkan marah yg sehat, tdk menyakiti orang lain, lingkungan dan diri sendiri
ü  Baiklah, waktu kita sudah habis.

        3.Fase Terminasi
              a. Evaluasi Subyektif
                    “ bagaimana perasaan bapak… setelah kita berbincang-bincang ?
              b. Evaluasi Obyektif
ü  Apa saja tadi yang telah kita bicarakan ?
ü  Benar, perasaan saat marah, apa saja tadi ? ya betul, lagi…..lagi….oke.
ü  Dan akibat marah, apa saja ? ya betul,sampai dibawa ke Rumah Sakit
              c. Rencana Tindak lanjut
                    “ Baiklah, sudah banyak yang telah kita bicarakan, nanti coba diingat-ingat lagi perasaan bapak sewaktu marah, dan cara bapak bila marah serta akibat yang terjadi. Kalau di RS ada yg membuat bapak ….. marah, langsung beritahu suster.

              d. Kontrak
·         Waktu      : Besok kita ketemu lagi, jam 09.00, bagaimana cocok ?
·         Tempat    :  Bagaimana kalau disini lagi?
·         Topik        : Besok kita mulai latihan cara marah yang baik dan sehat, sampai besok.







Created by Zen
Amparita, 30 November 2010
06.34 WITA