Sabtu, 21 Januari 2012

Penyebab dan Cara Pecegahan Muka Berminyak

Perawatan kulit untuk mengatasi masalah muka berminyak bisa susah tapi juga mudah bila Anda sudah mengetahui kiat –kiat yang dapat digunakan untuk melawan masalah ini. Namun apa sebenarnya penyebab munculnya minyak yang berlebihan di kulit wajah? Jawaban untuk pertanyaan penyebab produksi minyak yang dapat diberikan adalah
  • Keturunan yang berarti DNA Anda sudah memiliki sejarah muka berminyak.
  • Ketidak seimbangan hormon yang biasa terjadi pada saat kehamilan atau kejadian lainnya.
  • Kosmetik terutama kosmetik yang mengandung minyak.
  • Sabun muka dan pembersih yang mengandung alcohol atau terlalu kuat dapat memicu produksi minyak yang lebih banyak.
  • Menggunakan produk perawatan atau kosmetik yang tidak cocok.
  • Mencuci muka terlalu sering akan memperbanyak produkis minyak.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak dan bersantan seperti rendang, kari dan masakan lainnya.
  • Diet yang tidak seimbangan atau terlalu ketat dan berlebihan.
  • Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, serat dan mineral.
  • Mengkonsumsi obat yang dapat memicu produksi minyak.
  • Merokok dapat memaksa kulit wajah untuk mengeluarkan minyak.
  • Bekerja di daerah yang terlalu panas sehingga kulit secara otomatis.
Ke dua belas hal di atas ada dalam daftar penyebab muka berminyak. Setelah mengetahui penyebabnya, sekarang saatnya mengetahui cara perawatan muka berminyak agar tidak berkembang menjadi komedo dan jerawat. Caranya sangat sederhana, seperti:
  • Jangan terlalu sering menyentuh wajah baik itu oleh tangan atau barang tajam lainnya karena tekanan pada kulit wajah dapat merangsang produksi minyak.
  • Hindari selalu mengistirahatkan dagu dengan tangan.
  • Bersihkan telepon maupun handphone sesering mungkin setelah dan sebelum menggunakan telepon.
  • Jangan mencuci , membilas atau menyiram wajah dengan air panas.
  • Gunakan pencuci muka dan pelembab yang cocok dengan kondisi muka.
  • Hindari bahan perawatan kulit wajah dan kosmetik yang mengandung minyak.
  • Ganti spon,sikat, blush yang sudah lama. Jangan pula meminjam punya orang lain.
  • Pilih riasan yang cocok dengan kulit berminyak yang tidak tebal tapi bisa menyerap minyak.
Delapan cara yang sederhana dan harus ditaati untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 
 
 
 


Kenapa Ayah Ingin Anak Laki-laki dan Ibu Anak Perempuan?

Orangtua biasanya tidak masalah dengan jenis kelamin dari bayi yang dikandung. Tapi sebenarnya sebagian besar ibu ingin anak perempuan dan ayah ingin anak laki-laki. Kenapa begitu?

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti dari Queen's University di Ontario Kanada, responden diberikan pertanyaan seputar jenis kelamin yang diinginkan untuk anak pertama, mayoritas jenis kelamin dari semua anak yang dimiliki serta jika hanya punya anak 1 maka jenis kelamin mana yang paling diinginkan.

Hasil studi yang dilaporkan dalam jurnal Open Anthropology dan melibatkan 2.000 partisipan ini menemukan bahwa ibu menginginkan anak perempuan dan ayah ingin anak laki-laki.

Peneliti mengungkapkan hal ini karena para ayah memiliki pemikiran lebih mudah untuk menjelaskan tentang evolusi pada anak laki-laki, serta ia memiliki kesempatan lebih besar untuk melestarikan gen dirinya dalam sebuah keluarga dibanding seorang perempuan.

Sedangkan para ibu berpikir memiliki anak perempuan akan lebih berwarna dan ada nuansa tertentu. Selain itu ia juga bisa berbagi pengalaman mengenai proses kehamilan, melahirkan dan memiliki ikatan emosional yang lebih dekat dengan anaknya, serta ingin berbagi kehidupannya yang baik dengan gadis-gadis mereka.

Para penulis mengungkapkan kondisi ini berdasarkan pada hal yang ingin diwariskan untuk keturunanya, hampir sebagian besar orang pasti ingin mempertahankan warisannya dengan membayangkan ayah lewat anak laki-laki dan ibu melalui anak perempuannya.

"Seorang perempuan hamil biasanya diberitahu jenis kelamin janin yang dikandungnya melalui pemeriksaan ultrasonografi," ujar Dr Rajendra Kale, editor untuk jurnal kesehatan.

Pada bulan Agustus 2011 sebuah makalah di Journal of American Medical Association melaporkan temuan tes darah yang digunakan untuk menganalisis sel DNA janin sehingga bisa menentukanjenis kelamin bayi yang dikandung meski usia kehamilan masih dini yaitu 7 minggu.

Meski begitu hampir sebagian besar orangtua setuju bahwa saat kehamilan, kesehatan dari ibu dan janin jauh lebih penting dibanding dengan jenis kelamin apa yang dikandungnya.



Sumber : Detikhealth.com



Tahukah Anda? Orang yang Selalu Khawatir Sebenarnya Mengganggu Orang Lain

Banyak orang selalu merasa khawatir dari waktu ke waktu. Sifat khawatir yang terus menerus muncul ini sebenarnya sudah mengganggu orang lain. Suatu penelitian yang dilakukan oleh fakultas psikologi Case Western Reserve University menunjukkan bahwa kekhawatiran dapat menjadi begitu membosankan dan obsesif. Hal itu dapat mengganggu kehidupan seseorang dan membahayakan relasi sosial, terutama jika orang tersebut menderita gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD).

"Individu dengan GAD sering menempatkan hubungan sosial dengan keluarga, teman atau bawahan pada daftar teratas hal yang perlu dikhawatirkan. Sayangnya, cara yang mereka gunakan untuk mengatasinya seringkali justru destruktif," ujar ahli psikologi Case Western Reserve University, Amy Przeworski, seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (28/7/2011).

Przeworski dan rekan-rekannya mengamati bahwa orang yang mendapat terapi GAD menunjukkan kekhawatirannya dalam cara yang berbeda tergantung cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Dalam dua penelitian, peneliti menemukan empat gaya interaksi yang berbeda dan menonjol di antara penderita GAD, yaitu: mengganggu, dingin, dan non asertif, dan eksploitatif.

Kedua penelitian tersebut mendukung munculnya empat gaya intepersonal ini dan peran signifikannya dalam kaitannya bagaimana penderita GAD memanifestasikan kekhawatirannya.

"Semua individu dengan gaya-gaya ini memiliki kekhawatiran pada tingkat yang sama dan ekstrem, namun mereka memanifestasikan kekhawatirannya dengan cara yang berbeda", kata Przeworski.

Contohnya, dua orang sama-sama khawatir tentang kesehatan dan keamanan seseorang. Satu orang mungkin menunjukan kekhawatiran lewat perhatian namun mengganggu orang lain. Bayangkan tentang orangtua atau suami atau istri yang memanggil tiap lima menit untuk mendapat kabar terbaru apa yang terjadi.

Yang satunya lagi mungkin menunjukkan kekhawatiran dengan mengkritik perilaku orang yang ia percayai ceroboh atau sembrono.

"Kekhawatirannya mungkin sama, namun akibat dari kekhawatiran terhadap hubungan interpersonal sangat berbeda. Ini menegaskan bahwa masalah interpersonal dan kekhawatiran dapat saling berkaitan," ujar Przeworski.

Kebanyakan penanganan GAD berdasarkan terapi Cognitif Behavioral, suatu penanganan yang umumnya berhasil pada sekitar 60 persen orang, persentase yang dianggap berhasil untuk terapi. Namun, satu cara untuk meningkatkan terapi bagi para pengkhawatir ini dapat berupa menggabungkan teknik yang menyasar pada masalah hubungan interperson.



Sumber : Detikhealth.com



Definisi Autis Dipersempit, Akan Banyak Pasien Tak Masuk Kriteria

Definisi mengenai autisme sedang direvisi oleh para pakar. Perubahan yang diusulkan tersebut akan mengurangi tingkat diagnosis gangguan dan mungkin membuat banyak orang lebih sulit memenuhi kriteria untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan sosial yang sesuai.

Para pakar yang ditunjuk oleh American Psychiatric Association (APA) sedang menggodok matang-matang perubahan definisi dan diagnosis tersebut. APA merupakan organisasi profesi yang menerbitkan buku pedoman diagnosis gangguan jiwa, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Saat ini, DSM telah mengalami revisi sebanyak empat kali dan sedang dalam tahap revisi yang kelima. Revisi kali ini dianggap revisi besar pertama dalam 17 tahun terakhir.

DSM adalah referensi standar untuk mendiagnosis gangguan mental, mengarahkan penelitian, pengobatan dan keputusan asuransi. Kebanyakan ahli berharap bahwa panduan baru ini akan mempersempit kriteria autisme. Namun pertanyaannya adalah, seberapa sempit?

Autisme adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan nampak seperti memiliki dunianya sendiri, serta memiliki aktivitas dan minat yang obsesif.

Diagnosis mengenai autisme sebenarnya masih memicu perdebatan para ahli akan keakuratannya. Selama bertahun-tahun, banyak ahli berpendapat bahwa ketidak jelasan kriteria autis saat ini dan gangguan lain yang terkait, seperti sindrom Asperger, berkontribusi terhadap peningkatan jumlah diagnosis.

Autisme memiliki banyak kriteria diagnosis dengan tingkat gangguan yang rendah hingga tinggi. Untuk lebih memudahkan diagnosis, para ahli membagi diagnosis autis menjadi beberapa spektrum berdasarkan tingkatan gejala yang diperlihatkan.

"Perubahan ini akan mempersempit begitu banyak diagnosis sehingga secara efektif dapat mengakhiri bermacam-macam spektrum autisme," kata Dr Fred R. Volkmar, direktur Pusat Studi Anak di Yale School of Medicine dan seorang penulis proposal yang mengajukan revisi kriteria diagnosis autisme seperti dilansir New York Times.

Dalam analisisnya, Dr Volkmar bersama dengan Brian Reichow dan James McPartland di Yale University, menggunakan data dari penelitian besar di tahun 1993 yang mendasari perubahan kriteria saat ini.

Analisanya berfokus pada 372 anak-anak dan orang dewasa yang memiliki fungsi autisme tertinggi dan menemukan bahwa hanya 45% dari peserta penelitian yang memenuhi syarat untuk didiagnosis memilik spektrum autisme.

Setidaknya satu juta anak-anak dan orang dewasa memiliki diagnosis autisme atau gangguan terkait, seperti sindrom Asperger dan gangguan perkembangan PDD-NOS. Penderita Asperger atau PDD-NOS memiliki beberapa gejala yang mirip seperti penderita autisme, tetapi tidak memenuhi definisi autisme sepenuhnya.

Perubahan yang diusulkan saat ini akan menggabungkan ketiga diagnosa tersebut menjadi satu kategori, gangguan spektrum autisme. Sindrom Asperger dan PDD-NOS akan dihilangkan dari buku panduan. Berdasarkan kriteria ini, seseorang dapat memenuhi syarat untuk didiagnosis autisme jika menunjukkan 6 atau lebih dari 12 perilaku yang menjadi gejalanya.

Perubahan ini diduga akan menyebabkan sekitar seperempat orang yang diidentifikasi mengalami autisme pada tahun 1993 menjadi tidak begitu teridentifikasi oleh kriteria yang diusulkan sekarang.

Sekitar tiga perempat penderita sindrom Asperger juga tidak akan memenuhi syarat dan 85 persen penderita PDD-NOS juga tidak akan memenuhi kriteria diagnosis.

"Saya sangat prihatin tentang perubahan dalam diagnosis, karena saya bertanya-tanya apakah anak saya akan memenuhi syarat. Dia memiliki kelainan yang sebagian disebabkan oleh sindrom Asperger. Saya berharap akan mendapatkan tempat tinggal yang dapat mendukungnya, namun itu tergantung pada diagnosisnya," kata Mary Meyer dari Ramsey, New Jersey.

Diagnosis sindrom asperger penting untuk membantu putri Ny Meyer yang berusia 37 tahun untuk mendapatkan akses kepada layanan kesehatan yang telah sangat membantu selama ini.

Para ahli yang bekerja di Psychiatric Association sangat tidak setuju tentang dampak perubahan yang diusulkan. Para ahli ini telah memperkirakan sebelumnya akan ada lebih banyak orang yang tidak memenuhi kriteria diagnosis akibat perubahan ini. Revisi DSM ini masih mencapai 90% dan akan selesai pada akhir pada Desember tahun ini.

"Ketakutan kami adalah justru akan terjadi langkah kemunduran yang besar. Jika dokter berkata, 'Anak-anak ini tidak sesuai dengan kriteria diagnosis spektrum autisme', maka mereka tidak akan mendapatkan dukungan dan layanan yang mereka butuhkan," kata Lori Shery, presiden Asperger Syndrome Education Network.



Sumber : Detikhealth.com



Jumat, 20 Januari 2012

7 Jenis Makanan yang Dapat Perkuat Otot Pria

Otot yang kuat dan bagus dapat diperoleh dengan kalori yang memadai, cairan, protein dan latihan fisik untuk memperkuat otot. Minum banyak cairan, makan makanan kaya energi yang tepat bersama dengan latihan fisik dapat membuat pria lebih berotot.

Asupan makanan seimbang seperti yang direkomendasikan oleh Dietary Guidelines 2010 adalah dasar yang baik untuk perencanaan diet. Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American College of Sport Medicine (ACSM), resep untuk mendapatkan bentuk otot yang bagus adalah memenuhi diet seimbang dengan kalori yang cukup untuk mendukung latihan fisik.

ADA dan ACSM merekomendasikan asupan kalori yang cukup termasuk lemak dan protein. Rekomendasi tersebut dengan penekanan pada 5 atau lebih porsi harian buah dan sayuran, biji-bijian, sereal, kacang-kacangan, dan cairan yang cukup. Cairan yang cukup diperlukan untuk hidrasi yang optimal.

Untuk mendapatkan hasil dari latihan fisik yang bertujuan membentuk otot, maka membutuhkan kombinasi karbohidrat dan protein yang sehat. Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki otot. Sedangkan karbohidrat dapat menyediakan energi untuk bahan bakar.

Tetapi tentunya tidak bisa berharap untuk memiliki otot yang bagus hanya dengan makan protein saja.

"Protein dapat berfungsi membentuk otot jika disertai dengan latihan fisik yang bertujuan untuk menbentuk otot," kata Christine Rosenbloom, PhD, RD dan editor editor of ADA’s Sports Nutrition Manual.

Para ahli merekomendasikan makanan yang dapat berfungsi untuk membangun otot seperti dikutip dari WebMD antara lain :

1. Buah dan Sayuran
Buah dan sayuran adalah dasar dari semua diet yang sehat. Diet sehat selalu menyertakan buah dan sayuran karena dapat menyediakan serat, vitamin, mineral, dan cairan. Sayuran juga mengandung sejumlah kecil protein.

2. Susu Rendah Lemak
Susu rendah lemak dapat menyediakan protein yang berkualitas tinggi, karbohidrat, dan vitamin penting seperti vitamin D, potasium, dan kalsium.

Rosenbloom dan Clark merekomendasikan susu cokelat sebagai minuman yang baik untuk pemulihan setelah latihan fisik. Jika seseorang intoleransi laktosa, mungkin akan dapat memilih yogurt dengan kultur aktif.

3. Daging
Daging merupakan sumber protein, besi, dan asam amino termasuk leusin. Kandungan besi dalam daging berguna untuk transportasi oksigen ke otot. "Nutrisi yang terkandung dalam daging dapat memicu pertumbuhan otot," kata Rosenbloom.

4. Daging Ayam yang Berwarna Gelap
Ayam tanpa kulit memang cukup baik karena rendah lemak. Namun, dengan memilih daging ayam yang berwarna gelap dan meningkatkan zat besi sebesar 25 persen, serta meningkatkan 3 kali zink dapat membantu mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

5. Telur
Dietary Guidelines 2010 mengatakan bahwa, satu telur sehari baik untuk diet sehat, tetapi jangan membuang kuning telur. "Telur mengandung semua asam amino esensial dan setengah protein dalam kuning telur dengan nutrisi lainnya seperti lutein memiliki manfaat kesehatan mata," kata Rosenbloom.

6. Kacang
Kacang mentah tanpa garam atau kacang yang dipanggang adalah sumber protein yang baik yang juga mengandung vitamin, antioksidan, serat dan lemak sehat.

7. Biji-bijian
Biji-bijian merupakan karbohidrat yang berkualitas, dan mengandung sejumlah kecil protein. Sejumlah kecil protein dalam biji-bijian dapat memberikan energi dan membentuk otot, bersama dengan serat, vitamin dan antioksidan.



Sumber : Detikhealth.com



Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bikin Sakit Saat Kemudian Hari

Ada pepatah mengatakan, "apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai". Pepatah ini sepertinya dapat menjadi gambaran atau tolak ukur dalam memprediksi kondisi kesehatan seseorang di kemudian hari. Ya, kebiasaan hidup buruk di masa lampau (masa muda) sudah tentu akan memicu perkembangan penyakit di masa akan datang.

Berikut ini adalah 5 (lima) kebiasaan buruk di masa muda yang akan berpengaruh terhadap perkembangan suatu penyakit di masa dewasa dan usia lanjut :

1. Memiliki Banyak Pasangan Seksual
Melakukan hubungan seks ketika masih masih muda dan juga sering berganti-ganti pasangan menempatkan Anda pada risiko penyakit menular seksual. Wanita yang sering berganti pasangan memiliki risiko, lebih tinggi untuk mendapatkan HPV (human papillomavirus), yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Kabar baiknya : HPV dapat dicegah. Jika Anda masih lajang dan aktif secara seksual, tanyakan dokter spesialis kandungan tentang bagaimana cara mendapatkan vaksin HPV (dan pastikan untuk melakukan tes pap smear setiap tiga tahun). Untungnya lagi, HPV tidak akan memengaruhi tingkat kesuburan Anda alias tidak bikin mandul.

2. Menghisap Ganja atau Rokok
Asap ganja memiliki kandung zat berbahaya seperti hidrokarbon sekitar 50-70 persen, lebih karsinogenik ketimbang asap rokok. Bahkan asap ganja juga memiliki kandungan enzim yang dapat mengubah komponen asap menjadi kanker. Sedangkan rokok, sejak dulu sudah diketahui sebagai pencetus dari beberapa penyakit mematikan seperti kanker paru, jantung, stroke dan impotensi.

Kabar baiknya: Meskipun jaringan paru-paru yang rusak tidak akan tumbuh kembali dengan sendirinya, tapi kita dilahirkan dengan banyak jaringan paru-paru. Jika Anda berhenti merokok selama satu tahun, risiko serangan jantung yang berhubungan dengan merokok berkurang sebanyak 50 persen, dan dalam 10 tahun, risiko kematian akibat kanker paru-paru juga berkurang setengahnya.

3. Tinggal di Daerah Tinggi Polusi
Paru-paru anak kecil umumnya jauh lebih rentan mengalami kerusakan akibat polusi udara ketimbang orang dewasa. Jika Anda terpapar terlalu lama dengan polusi, maka risiko kerusakan pada paru-paru menjadi lebih besar. Sebuah riset menunjukkan bahwa paparan polusi selama beberapa tahun dapat meningkatkan risiko kanker paru sekitar 25 persen. Bahkan, menghirup polusi terlalu banyak hampir sama buruknya dengan orang yang merokok.

Kabar baiknya: Sekali lagi, jaringan paru-paru yang rusak tidak akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Tapi dengan menjalani pola hidup sehat mulai dari sekarang dengan menghindari udara kotor, berolahraga, makan yang benar dan tidak merokok, Anda pasti bisa menangkis berbagai serangan penyakit.

4. Berjemur di Terik Matahari
Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di iklim tropis, kebiasaan berjemur di bawah terik matahari mungkin tidak terlalu lazim. Tapi beberapa tipe pekerjaan seperti nelayan, petani, dan pekerja bangunan yang sering beraktivitas di luar ruangan mungkin perlu berhati-hati.

Riset menunjukkan, hampir 80 persen penyakit yang diakibatkan paparan sinar matahari terjadi sebelum usia 18 tahun. Paparan sinar matahari yang tinggi memungkinkan Anda mengalami kerutan, bintik-bintik, bercak dan perubahan warna kulit di kemudian hari. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini dapat mengarah ke timbulnya kanker kulit di kemudian hari.

Kabar baiknya : Kondisi ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila Anda menggunakan tabir surya saat berada di luar rumah. Cara ini dapat mengurangi risiko perkembangan kanker kulit, keriput dan perubahan warna pada kulit.

5. Konsumsi Alkohol
Sebuah riset yang melibatkan sekitar 3.803 orang dewasa diketahui bahwa mereka yang merupakan mantan peminum berat dilaporkan cenderung lebih mudah mengalami depresi, masalah jantung, bronkitis kronis, dan diabetes setelah usia 40 tahun.

Kabar baiknya : Berhenti atau membatasi konsumsi alkohol merupakan cara terbaik untuk menghindari semua bentuk ancaman penyakit yang dipicu konsumsi alkohol. Sebagai contoh : sebuah studi menunjukkan, terjadi penurunan risiko kanker esofagus pada mereka yang berhenti minum alkohol setelah satu dekade. Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang saluran cerna yang berada pada tenggorokan di mana menghubungkan rongga mulut dengan lambung.



Sumber : Detikhealth.com



PCO (Polycystic Ovary) Bikin Sang Wanita Sulit Punya Anak

Polycystic Ovary atau PCO adalah gangguan keseimbangan hormonal pada wanita, yang mungkin belum diketahui secara umum. Kenali gejalanya, karena gangguan ini dapat menyebabkan wanita sulit hamil.

Setiap kaum hawa tentu ingin merasakan pengalaman menjadi wanita seutuhnya dengan mengandung dan melahirkan anak. Itulah salah satu tujuan sepasang anak manusia memutuskan mengikat tali cinta dengan pernikahan, untuk mendapatkan keturunan dan membina keluarga yang bahagia. Namun tidak sedikit pasangan suami-istri yang harus menunggu lama untuk mendapatkan keturunan. Bahkan, ada pula yang sampai menyerah untuk mendapatkan momongan karena telah begitu lama menikah, sang istri belum juga mengandung.

Sayangnya, kebanyakan pasangan baru memeriksakan diri kepada ahli kandungan setelah menyadari bahwa mereka sulit mendapat keturunan. Dengan demikian, penanganannya pun dapata dikatakan terlambat.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang wanita sulit hamil. Tidak hanya dari wanita saja, penyebab sulit hamil dapat juga datang dari pihak pria. Namun, karena wanitalah yang memiliki organ kandungan, maka biasanya ia yang lebih dahulu diperiksa kesehatannya. Mungkin saja terdapat kemungkinan sang wanita mengidap PCO.

1. Apa itu PCO?
PCO merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan masalah-masalah lainnya.

Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Selain kedua hormon tersebut, wanita juga memiliki hormon laki-laki yang dikenal sebagai hormon androgen. Jumlah hormon androgen pada wanita berbeda dengan pada pria. Kesemua hormon tersebut akan membantu perkembangan sel telur di dalam indung telur selama fase menstruasi.

Wanita dengan PCO mengalami ketidakseimbangan hormonal, dimana hormon androgen yang dihasilkan terlalu banyak. Sampai saat ini penyebab kondisi tersebut belum dapat diketahui secara pasti.

Di dalam indung telur terdapat kantung folikel, yang mengandung sel telur. Pada siklus menstruasi, indung telur melepaskan 1 sel telur. Proses ini dikenal dengan istilah ovulasi. Pada kasus PCO, sel telur dalam folikel tidak matang sehingga tidak dilepaskan oleh indung telur. Akibat dari kondisi tadi, sel-sel telur yang tidak matang akan membentuk kista yang sangat kecil di dalam indung telur. Perubahan inilah yang menyebabkan gangguan pada kesuburan (infertilitas).

Gejala PCO dimulai pada permulaan siklus menstruasi. Wanita dengan kelainan ini biasanya memiliki riwayat keluarga yang sama. Biasanya, PCO terdeteksi pada wanita berusia 20-30 tahun, namun juga dapat menyerang remaja putri.

2. Apa gejala PCO?
Gejala yang paling terlihat adalah perubahan siklus pada menstruasi. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh pada proses ovulasi.

Biasanya, ada siklus yang terlewatkan (hilang) dan disertai dengan riwayat satu atau lebih siklus menstruasi yang normal selama masa pubertas (amonerea sekunder).  Gejalanya dapat juga berupa siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa lebih sering atau lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak.

Gejala PCO lainnya yang mudah dikenali adalah adanya pengembangan seksual laki-laki(virilisasi). Mengecilnya ukuran payudara, suara yang menjadi lebih berat, pembengkakan pada klitoris, bertambahnya rambut pada dada, perut, muka dan payudara, serta menipisnya rambut di kepala, merupakan bentuk vilirisasi.  Perubahan pada kondisi kulit, seperti bertambahnya jerawat dan kulit yang menghitam di beberapa lipatan kulit, juga termasuk gejala PCO.

Selain ciri-ciri fisik, PCO juga dapat dikenali dari kondisi kesehatan yang menyertai gejala di atas. PCO kadang disertai dengan adanya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas. Pengukuran berat badan, BMI dan lingkar perut sangat membantu dalam menentukan faktor risiko.

PCO memang menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan organ kandungan pada wanita. Namun di luar itu, PCO juga membawa beberapa risiko komplikasi seperti meningkatnya risiko kanker endometrium, infertilitas dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung dan diabetes.


3. Bagaimana Penanganan PCO?
Biasanya penanganan pertama terhadap pasien dengan risiko PCO adalah dengan melakukan pemeriksaaan hormon. Pada kasus PCO, akan di cek beberapa kadar hormon dalam tubuh pasien seperti, kadar estrogen, FSH, LH, testoteron (hormon pada laki-laki), dan 17 kortikosteroid.

Pemeriksaan lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa. Ada juga beberapa tes lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa.

Ada juga beberapa tes lain yang harus dijalani antara lain tes untuk intoleransi glukosa dan resisten insulin, tes kadar lemak dalam darah, tes kehamilan (serum HCG), tes kadar prolaktin dan tes fungsi tiroid. Terkadang, dilakukan USG transvaginal untuk melihat indung telur dan laparoskopi sebagai tindakan operatif untuk pemecahan kista-kista folikel tersebut (fulgurasi).

4. Adakah Kemungkinan untuk Hamil?
Wanita yang mengalami PCO dapat tetap hamil dengan penanganan medis dan bedah yang baik. Biasanya, pasien PCO akan diminta untuk menurunkan berat badan. Memang cenderung sulit, namun sangat bermanfaat dalam mengatasi diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Bahkan penurunan berat badan yang hanya minimal pun sebesar 5% dari total berat badan, sangat membantu dalam menormalkan keseimbangan hormonal dan meningkatkan kesuburan. Terkadang dokter akan membantu menormalkan keseimbagan hormonal dengan beberapa jenis obat untuk menangani PCO.

Namun yang terpenting adalah, deteksi dini terhadap kesehatan organ kandungan, sehingga dapat dilakukan penanganan sesegera mungkin bila terdapat masalah. Penanganan dini pada PCO dapat mencegah infertilitas dan meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.



Sumber : Detikhealth.com



Gangguan Tidur Akibat Shift Kerja

Bagi yang seringkali bekerja di luar waktu jam kantor normal misalnya di malam hari antara pukul 21.00- 05.00 pagi sebaiknya waspada agar tidak terkena kondisi gangguan tidur akibat shift kerja (Shift Work Sleep Disorder). Cerita salah satu pasien di bawah ini mungkin bisa membantu memahami bagaimana waktu kerja bisa mempengaruhi tidurnya.

Kondisi seperti Tuan A ini banyak dialami oleh orang yang kerjanya memang pada waktu di saat orang-orang mulai tidur. Walaupun tidak semua orang yang bekerja shift malam akan mengalami kondisi ini tetapi kebanyakan mempunyai risiko untuk mengalami hal ini.

Kondisi yang sering diungkapkan oleh penderita biasanya adalah kesulitan tidur saat jam kerja berakhir atau merasa mengantuk tetapi tidak bisa jatuh tertidur. Selain itu juga pasien sering mengeluh sakit kepala, sulit konsentrasi dan merasa kelelahan.

1. Mengganggu Irama Sirkadian
Kondisi sulit tidur seperti ini tentunya akan sangat mengganggu fungsi orang tersebut. Pada umumnya orang membutuhkan sekitar 6-8 jam tidur seharinya dan kondisi ini agak sulit tercapai pada pasien yang mengalami gangguan tidur akibat shift kerja.

Yang terjadi pada pasien dengan kondisi ini sebenarnya adalah irama sirkadian atau jam biologis tubuh tidak mampu mengatasi perubahan situasi yang ada. Seperti diketahui proses tidur di malam hari dipengaruhi oleh cahaya. Cahaya matahari yang hilang di saat matahari terbenam selaras dengan meningkatnya hormon tidur yaitu melatonin di dalam tubuh yang menginduksi tidur. Kondisi ini yang akan mengantarkan individu memasuki tidurnya di malam hari.

Pada orang yang bekerja di malam hari sampai pagi hari, kondisi ini tidak berhasil menjadi pola yang seharusnya karena ternyata tubuh tidak mengikuti polanya untuk tidur tetapi terus diusahakan terjaga oleh orang tersebut.

Sayangnya pada saat individu itu ingin tidur di pagi hari, tubuh tidak melihat adanya sinkron dengan lingkungan yang sudah terang. Kondisi 'kebingungan' tubuh inilah yang memicu adanya suatu gangguan tidur yang terkait dengan shift kerja.

Hal ini terutama terjadi pada individu yang pola ganti shift-nya lebih sering misalnya tiap 3-4 hari sekali dibandingkan dengan inidividu yang ganti shift-nya misalnya sebulan sekali.

2. Efek pada Tubuh dan Mental
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Andrew D. Krystal, MS dari Departemen Psikiatri di Duke University School of Medicine, Durham, USA mengatakan ada beberapa kondisi yang terkait dengan kondisi kesulitan tidur pada pasien yang mengalami gangguan tidur terkait shift kerja.

Kelainan endokrin seperti peningkatan nafsu makan, metabolisme dan konsumsi oksigen. Juga terjadi pengaktifan sistem saraf otonom simpatik yang sering menimbulkan gejala-gejala seperti jantung berdebar dan perasaan sesak napas yang biasanya memicu kecemasan. Juga pengurangan penggunaan zat glukosa di otak pada daerah tertentu sehingga otak tidak bekerja optimal.

Kondisi kesulitan tidur ini juga bisa meningkatkan abnormalitas sistem neuroendokrin yang terkait dengan penurunan hormon stimulasi tiroid, menurunkan kadar hormon pertumbuhan (growth hormon), prolactin dan leptin. Pasien juga akan menurun daya kekebalan tubuhnya terhadap penyakit infeksi dan meningkatkan stres oksidatif yang menghasilkan oksidan tubuh.

Selain itu juga kondisi kesulitan tidur ini bisa meningkatkan kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas bagi individunya. Gangguan suasana perasaan seperti iritabilitas adalah salah satu contoh yang paling sering menghinggapi pasien.

3. Apa yang bisa dilakukan?
Walaupun sangat sulit pekerja harus bisa menempatkan tidur sebagai prioritas setelah bekerja. Ia harus menyiapkan sebaik mungkin waktu tidur di pagi hari setelah bekerja. Siapkan tubuh dan pikiran untuk tidur. Kurangi ekspose (paparan) terhadap cahaya di pagi hari dalam perjalan pulang ke rumah. Salah satu caranya dengan memakai pakaian yang mengurangi ekspose sinar matahari ke kulit.

Kalau Anda mempunyai ritual sebelum berangkat tidur di malam hari, lakukan seperti biasa. Jangan tunda waktu tidur anda dengan kegiatan lain atau perjalanan lain, segera tidur setelah masa kerja malam habis. Ingat selalu pentingnya menjaga waktu tidur antara 6-8 jam perhari.

Minta keluarga di rumah untuk mendukung upaya Anda untuk segera tidur. Lingkungan yang nyaman dan tenang bisa membantu Anda menuju tidur yang tenang. Hindarkan dari berisiknya suara TV atau alat-alat kerja yang mengeluarkan suara. Bisa juga menempelkan larangan 'Jangan diganggu, sedang tidur' di depan kamar Anda.

Ingat tidur sangat penting untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Usahakan sebaik mungkin waktu tidur Anda agar menjadi individu yang sehat dan berkualitas.



Sumber : Detkhealth.com



Kamis, 19 Januari 2012

8 Jenis Olahraga yang Dapat Meredam Rasa Sakit

Ketika penyakit sedang menghampiri tubuh, kita seperti menemukan alasan untuk berhenti berolahraga. Padahal, sebenarnya olahraga bisa mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup.

Memang berolahraga ketika sakit tidak mudah. Akan tetapi, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu melakukan olahraga berat. "Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menggerakkan tubuh. Olahraga bukan cuma bisa mengurangi persepsi akan sakit, tapi juga mencegah berkurangnya fungsi tubuh," kata Perry Fine dari American Pain Foundation.

Sebelum berolahraga, sebaiknya Anda memang berkonsultasi dulu dengan dokter Anda. Berikut jenis olah fisik apa saja yang dapat membantu Anda bergerak.

1. Jalan kaki
Ini merupakan jenis olahraga low impact yang mudah dilakukan dan memiliki kemampuan meningkatkan kemampuan fisik dengan baik. Selain itu, biasanya olahraga ini bisa dilakukan siapa saja. Hanya sedikit kondisi gangguan fisik yang bisa membuat seseorang tidak bisa melakukan olahraga murah ini.

2. Berenang
"Berenang sangat baik untuk mereka yang menderita osteoartritis serta penyakit otot dan persendian," kata Dr Fine, profesor dari Univeristy of Utah School of Medicine. Berenang dan olahraga air lain melawan gravitasi sehingga tidak berbahaya untuk persendian.

3. Yoga
Kegiatan olah napas dalam olahraga yoga efektif untuk mengurangi sakit kronik seperti halnya olahraga lain. Akan tetapi, tidak semua gerakan dalam yoga bisa dilakukan oleh orang yang sedang sakit.
 
"Ada gerakan yoga yang melibatkan tulang belakang dan sendi lainnya sehingga berpotensi cidera. Lakukan saja gerakan yang nyaman dan sesuai kemampuan. Tidak perlu memaksa melakukan gerakan yang biasa Anda lakukan ketika sedang sehat," kata Steven Calvino, ahli rehabilitasi medik.

4. Taichi
Tidak ada istilah terlalu tua untuk melakukan jenis olahraga ini. Selama Anda masih mampu bergerak, meski sedikit, Anda tetap bisa melakukan olahraga yang menyelaraskan tubuh dan pikiran ini.

Penelitian yang dilansir dalam New England Journal of Medicine belum lama ini menyebutkan, taichi yang dilakukan dua kali dalam seminggu akan mengurangi nyeri, kekakuan, serta kelelahan yang dialami pasien fibromyalgia. Olahraga ini juga meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh.

5. Peregangan Ringan
Anda bisa melakukan aktivitas ini di tempat tidur atau ruang tunggu. Ada ribuan jenis peregangan yang bisa Anda lakukan.

6. Olahraga Beban
Latihan beban sangat dianjurkan, terutama untuk mereka yang menderita rematik. Olahraga ini akan menguatkan sendi di sekitar bagian yang cedera. Untuk memulainya, Anda bisa menggunakan kaleng sardin atau botol air mineral ukuran kecil. Secara bertahap, tambah beban Anda.

7. Hubungan Seks
Perasaan intim dan terhubung dengan pasangan bisa membantu orang yang sedang menderita sakit. "Olahraga dan seks yang sehat adalah dua hal yang penting untuk mengurangi sakit," kata Fine.

8. Golf
Aktivitas ini akan memberikan manfaat seperti halnya ketika Anda melakukan olahraga berjalan kaki. Akan tetapi, olahraga ini tidak disarankan untuk mereka yang menderita nyeri tulang belakang. Golf juga disarankan untuk dikombinasikan dengan latihan kekuatan dan peregangan.



Sumber : Kompas.com




5 Gangguan Kesehatan Khas Pelari Maraton

Pada tahun 1996, Uta Pippig menjadi perempuan pertama yang memenangkan Boston Marathon tiga kali berturut-turut. Kemenangan itu menjadi bersejarah karena ia tertangkap kamera televisi mencapai garis finis dengan darah menstruasi dan diare mengalir di kakinya. Menurut Pippig, ia mengalami kram perut setelah menempuh jarak 8 kilometer dalam perlombaan. Tak lama kemudian ia mengalami diare. "Saya menyadari bahwa bukan cuma saya yang mengalami itu, tapi ini akibat pertandingan ini," katanya.

Meskipun merasa tidak nyaman, ia mengaku berusaha tetap fokus untuk memenangkan lomba dan tetap berlari semampunya. Setelah memenangkan lomba itu, di kemudian hari ia didiagnosis menderita ischemic colitis atau penyakit peradangan perut.

"Bila hal itu terjadi lagi, bahkan meski saya berada memimpin perlombaan, saya akan berhenti berlari. Saya baru menyadari, itu adalah isyarat tubuh bahwa saya sakit," katanya.

Menurut Lewis Maharam, dokter spesialis olahraga, jenis cedera yang paling sering dialami para pelari adalah kaki lecet dan melepuh, serta cedera otot. Meski demikian, ia menyebutkan ada beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami para pelari maraton.

1. Perut Mulas
Selama atau sesudah berlari dalam jarak yang jauh, sistem pencernaan tubuh ikut "berlari" sehingga akan timbul gejala kembung, kram perut, dan perasaan mulas untuk buang air besar. Menurut Muharam, hal itu lebih banyak disebabkan asupan yang salah.

"Hindari makanan yang tinggi lemak sebelum berlomba. Selain itu, usahakan buang air besar sedikitnya dua kali sebelumnya untuk mengosongkan usus," kata direktur medis New York City Marathon ini.

2. Hyponatremia
Beberapa pelari maraton khawatir minum terlalu sedikit selama perlombaan, tetapi minum berlebihan ketika kita sedang berkeringat banyak bisa menyebabkan pengurangan konsentrasi sodium dalam darah atau yang disebut hyponatremia.

Gangguan ini memiliki gejala mirip dengan dehidrasi yakni mual dan pusing. Pelari yang lambat dan perempuan adalah yang paling berisiko karena ukuran tubuhnya lebih kecil. Untuk menyiasatinya, minumlah hanya ketika haus.

3. Iritasi Kulit
Keringat, gerakan terus-menerus, dan bahan pakaian menjadi kombinasi yang bisa menyebabkan kulit tergosok, bahkan di bagian yang tak terduga. Pelari sering mengalami iritasi di ketiak, paha dalam, dan mata kaki. Pada wanita, iritasi ketiak yang paling sering ada di sepanjang garis kutang. Sementara pada pria bagian puting mereka bisa tergores dan berdarah.

Untuk menyiasatinya, berikan pelumas di area tubuh yang lembut. "Hindari memakai kaus baru di hari pertandingan," kata Maharam yang juga menulis buku Running Doc's Guide to Healthy Running.

4. Kuku Kaki Menghitam
Sepatu yang terlalu sempit bisa menyebabkan kuku kaki menyentuh bagian ujung sepatu sehingga sirkulasi darah tidak lancar dan membuat kuku berwarna kehitaman. Karena itu, gunakan sepatu yang nyaman dan memiliki jarak antara ujung jari dan ujung sepatu.

5. Sempoyongan
Akibat pengeluaran energi yang begitu besar, tubuh akan memakai lemak sebagai cadangan energi setelah karbohidrat. Padahal, energi dari lemak ini kurang efisien sehingga lama kelamaan kaki menjadi lambat.

Walau ada beberapa gangguan kesehatan, Maharam menekankan, olahraga ini menyehatkan tubuh dan jiwa. Namun, jika Anda merasa ada yang tidak nyaman selama berlari, berhentilah. Yang terutama adalah kesehatan, bukan kemenangan.

Sarapan Sebaiknya 30 Menit Setelah Bangun Tidur

Sarapan penting bagi kesehatan tubuh karena bisa memberikan asupan energi untuk beraktifitas. Ternyata seseorang disarankan sarapan minimal 30 menit setelah bangun tidur agar sistem pencernaan siap menerima makanan.

Ketika seseorang sarapan maka ia akan membantu tubuh untuk meningkatkan asupan energi serta menurunkan berat badan. Hal ini karena mengurangi jumlah asupan kalori berlebihan tanpa harus melewatkan waktu makan.

Beberapa ahli merekomendasikan seseorang untuk sarapan dalam waktu 30 menit setelah i abangun tidur untuk membantu meningkatkan sistem metabolisme, seperti dikutuip dari Livestrong.

Sementara itu personal trainer Shaun Horner menuturkan jika tidak memungkinkan seseorang bisa sarapan 1 jam setelah ia bangun tidur. Hal ini karena semakin lama seseorang menunda sarapan, maka semakin besar risiko ia memperlambat metabolisme yang memicu kelaparan dan kekurangan makan.

Sarapan merupakan hal yang penting karena menurut American Journal of Clinical Nutrition menemukan orang yang sering melewatkan sarapan memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Serta sarapan terbukti memperbaiki suasana hati dan konsentrasi.

Beberapa makanan tertentu akan lebih menguntungkan jika dikonsumsi saat sarapan yaitu satu atau 2 porsi buah dan makanan tinggi serat seperti roti gandum atau sereal tinggi serat yang bisa mengoptimalkan kesehatan dan energi.

Selain itu menambahkan sumber protein yang rendah lemak seperti putih telur, yogurt atau daging kalkun yang dikonsumsi saat sarapan juga membantu meningkatkan daya tahan.

Namun keadaan tertentu mungkin mengharuskan seseorang untuk menunda sarapan berat, misalnya jika ingin melakukan olahraga agar tidak terjadi kram dan membakar lemak yang lebih tinggi.


Sumber : Detikhealth.com


 

Tahukah Anda? Kehilangan Penyebab Terparah Serangan Jantung


Headline
Sama dengan kanker, penyakit jantung atau lebih dikenal dengan serangan jantung sudah masuk kategori sebagai penyakit 'pembunuh' di Indonesia.


Serangan jantung bisa menyerang siapa dan kapan saja. Tidak hanya terjadi saat terkejut, terlalu lelah atau terlalu stres juga dapat memicu timbulnya serangan jantung.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan serangan mematikan itu terjadi. Selain karena pola hidup dan makanan, menurut beberapa penelitian kesediahan atau trauma merupakan sebuah indikasi yang dapat memperparah risiko serangan jantung.

Seperti dikutip Dailymail, sebuah penelitian menyebutkan bahwa kesedihan atau trauma akibat kematian orang-orang terdekat akan membuat Anda 21 kali lebih mungkin menderita serangan jantung dalam satu hari kehilangan Anda. Benarkah?

Sebuah studi di Amerika Serikat hampir 2.000 korban serangan jantung menemukan peningkatan risiko serangan jantung dalam minggu pertama setelah kehilangan seseorang yang signifikan berkisar dari satu per 320 orang-orang berisiko tinggi untuk satu per 1.394 orang dengan risiko serangan jantung rendah.

Para ahli percaya bahwa stres yang disebabkan oleh kehilangan memiliki efek kesehatan yang mendesak, sementara kehilangan tidur dan nafsu makan dapat menekan sistem kekebalan tubuh orang yang dicintai hidup, yang dapat memperburuk kondisi yang ada medis yang mendasari.

Strain emosional juga menyebabkan beberapa mitra berduka untuk mengambil kehidupan mereka sendiri, sementara yang lain mengabaikan kesehatan mereka dan diet karena rasa sakit kehilangan mereka.

Dr Murray Mittleman, seorang ahli jantung pencegahan dan epidemiologi di Harvard Medical School Center Israel Beth Deaconess Medical dan Sekolah Kesehatan Masyarakat epidemiologi departemen, di Boston.

"Pengasuh, penyedia layanan kesehatan, dan berduka sendiri perlu untuk mengenali mereka berada dalam periode risiko tinggi pada hari-hari dan minggu-minggu setelah mendengar seseorang yang dekat sekarat. "

Sementara itu, pemimpin penelitian tersebut Elizabeth Mostofsky menjelaskan tentang tekanan yang diakibatkan oleh rasa kehilangan memicu denyut jantung yang lebih tinggi, sehingga memicu tekanan dan pembekuan darah yang meningkat.

"Teman-teman dan keluarga orang-orang yang berkabung harus memberikan dukungan dekat untuk membantu mencegah insiden tersebut, terutama di dekat awal proses berduka," jelas Mostofsky.

Menurut Mostofsky, selama situasi kesedihan ekstrim dan tekanan psikologis, Anda masih perlu untuk mengurus diri sendiri dan mencari perhatian medis untuk gejala yang berhubungan dengan serangan jantung.

Penelitian yang juga dipublikasikan dalam Circulation: Journal of American Hearth Association, menyebutkan bahwa Stres induced cardiomyopathy, yaitu keadaan akibat dipicu oleh emosi akut atau trauma fisik dan melepaskan gelombang adrenalin yang menguasai hati, seperti kesedihan, kecemasan, maupun kemarahan, juga menjadi penyebab meningkatnya risiko serangan jantung.
 
Sumber :  Inilah.com



Mengapa Orang Pintar Sering Gagal?

Jenius Man

Orang pintar dalam keseharian terkadang dianggap lebih "unggul" dan lebih "baik" dibandingkan orang lainnya. Namun, terkadang orang-orang pintar ini mengalami kegagalan dalam hidupnya, dan akhirnya hanya menjadi orang "biasa".

Ada beberapa hal yang menyebabkan kegagalan orang pintar :


1. Terlalu Banyak Mengetahui Tetapi Tidak Mempraktekkannya
Kebanyakan orang pintar memiliki pengetahuan yang luas dan mengetahui banyak hal. Namun, orang pintar bersifat teoritis, sehingga hal yang mereka ketahui jarang mereka praktekan

2. Tidak Berani Bertindak
Dalam hal ini, orang Pintar jarang mengalami kemajuan, kenapa???
Karena mereka tidak berani bertindak dan mencoba sehingga di dalam hidupnya seringkali tidak mengalami kemajuan...

3. Selalu merasa dirinya sudah pintar sehingga tidak mau menerima saran atau kritikan dari orang lain.
Hal ini yang biasanya ada dalam diri orang pintar, yang membuat mereka semakin jauh dari keberhasilan. Sepintar apapun manusia, hal yang terpenting adalah mau menerima masukan dari orang lain, karena tidak mungkin kita bisa melihat kekurangan diri kita secara utuh...

4. Terlalu Banyak Perhitungan
Selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan seseuatu adalah hal yang baik. Namun bila terlalu banyak yang dipikirkan sebelum memutuskan sesuatu, hal inilah yang akan membuat orang ini tidak akan mencapai kemajuan pesat dalam hidup karena semua hal yang dilakukan pasti mengandung resiko, kecenderungan orang pintar tidak mau mengambil resiko.

5. Kurangnya Keterampilan Sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis, kita tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaanorang lain, dan kemampuan interaksi dengan sesama.

Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan mampu bekerjasama dengan orang lain.

Thread ini menyampaikan 5 hal yang biasanya membuat orang pintar gagal. Jelas orang pintar mempunyai kelebihan untuk mencapai kesuksesan, asalkan tidak ada hal-hal negatif yang dapat "mematikan" kepintaran orang itu dan membuat orang itu dijauhi oleh "kesuksesan".

Marilah kita menjadi orang yang cerdas, inovatif, dan kreatif! 




Senin, 16 Januari 2012

5 Hal yang Harus Ditanyakan Kepada Dokter


Saat kita datang ke dokter tentu kita berharap semua masalah kesehatan kita terpecahkan. Namun sayangnya, dokter tetaplah manusia biasa, bukan pahlawan super. Sikap pasif seperti tidak memberikan keterangan dengan lengkap pada dokter mengenai gejala atau riwayat penyakit dalam keluarga bisa membuat dokter salah mengambil kesimpulan.

"Mayoritas pasien menginginkan dokter yang sempurna, yang tahu semua hal. Padahal, tentu ada alasannya mengapa ada spesialisasi dalam dunia kedokteran," kata Travis Stork, MD, seorang dokter yang juga membawakan acara The Doctors.

Untuk mencegah terjadinya salah paham dan salah duga, ada baiknya Anda membekali diri dengan informasi serta memberikan informasi yang lengkap kepada dokter. Anda juga perlu mengajukan pertanyaan yang tepat kepada dokter. Berikut panduannya.

1. Perlukah Saya Mencari Opini Kedua?
Anda berhak menanyakan pada dokter perlu tidaknya mencari opini kedua dari dokter lain. Bila dokter menemukan kasus yang belum pernah ditemui, biasanya mereka juga akan berkonsultasi dengan rekannya yang lebih berpengalaman. Jadi, tak ada salahnya juga jika inisiatif itu datang dari Anda.

2. Jadi Menurut Dokter Penyakit Saya Adalah?
"Bila Anda tidak yakin dengan penjelasan dokter, tanyakan saja," kata Stork. Dunia kedokteran tidak hitam dan putih, dan sering kali ada perbedaan besar antara apa yang disampaikan dokter dengan yang dipahami pasien. Jangan meninggalkan ruang praktik dokter jika Anda merasa belum yakin.

3. Apa Tujuan Dari Tindakan ini?
Mayoritas pasien menginginkan jawaban segera dan dokter tidak selalu memilikinya. Penegakan diagnosis sering tidak bisa dilakukan hanya dengan pemeriksaan fisik, tetapi juga pemeriksaan penunjang. Jika Anda marah-marah karena belum mendapat diagnosis yang pasti, dokter bisa bersifat defensif dan merasa tertekan untuk memberi jawaban yang belum diketahuinya.

Dokter yang baik biasanya akan menjawab, "Selama belum diketahui dengan pasti apa yang terjadi, yang saya tahu adalah melakukan tindakan CT Scan ini untuk mencari tahu pasti penyakitnya".

4. Mungkinkah Saya Menderita Penyakit ini?
Makin lengkap informasi yang Anda berikan, makin membantu dokter dalam menegakkan diagnosis. Tugas Anda adalah merinci gejala yang dirasakan, kapan dimulai, dan mungkinkah terjadi pemburukan.

"Hindari mengatakan hipotesis Anda sebagai pernyataan, misalnya, sepertinya saya menderita penyakit jantung. Sebaiknya setelah menjelaskan gejala dan menceritakan ada keluarga yang juga menderita penyakit, Anda bisa bertanya pada dokter, mungkinkah ini gejala penyakit jantung?"

5. Perlukah Obat atau Terapi Lain?
Banyak orang yang mengira dokter yang bagus adalah dokter yang tahu setiap obat untuk pasiennya. Padahal, tak ada seorang pun yang mengenal diri Anda sebaik Anda sendiri.

"Makin terbuka Anda pada dokter, makin individual perawatan yang diterima. Misalnya, jika Anda tak suka minum obat, tanyakan pada dokter apakah perubahan gaya hidup bisa membantu. Misalnya saja untuk hipertensi, tanpa obat pun perubahan gaya hidup sehat bisa menurunkan tekanan darah.



Sumber : Kompas.com


 

Tahukah Kamu? Orang yang Sering Buka Internet Cenderung Panjang Umur


img
Seseorang yang kecanduan internet biasanya jarang bergerak, kurang tidur dan matanya gampang iritasi. Namun menurut penelitian di Italia, dalam kondisi tertentu sering buka internet justru bisa membuat seseorang berumur lebih panjang.

Penelitian yang dilakukan Dr Americo Bonanni dari Sacred Heart di Roma, Italia itu mengungkap bahwa orang-orang yang selalu terhubung dengan internet cenderung jarang sakit. Meski kadang-kadang kurang gerak, diet atau pola makannya cenderung lebih sehat.

Pola makan yang dimaksud adalah konsumsi buah-buahan dan ikan segar, yang sering disebut dengan istilah Diet Mediterania. Jenis diet yang banyak direkomendasikan para ahli gizi ini sejak lama diyakini baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selain mengurangi risiko stroke dan serangan jantung, Diet Mediterania juga efektif mengurangi risiko kanker karena buah-buahan banyak mengandung antioksidan. Kalori dalam buah dan ikan segar juga lebih rendah dibanding makanan lain, sehingga lebih aman dari risiko kegemukan.

"Hasil pengamatan terhadap 1.000 orang menunjukkan, orang yang sering terpapar informasi cenderung hidup dengan pola makan yang lebih sehat," kata Dr Bonanni yang mempublikasikan penelitian tersebut di International Journal of Public Health, seperti dikutip dari Dailymail.

Dari pernyataan ini bisa disimpulkan, tidak semua jenis aktivitas yang dilakukan di internet bisa memberikan manfaat hidup sehat. Internet hanya menyeharkan jika dipakai untuk mengakses informasi, bukan untuk menghabiskan waktu berjam-jam dengan bermain game online.

Oleh karena itu, Dr Bonanni menambahkan bahwa efek serupa juga diperoleh ketika orang sering membaca koran atau menonton berita di televisi. Alasannya adalah, media massa pada saat ini makin banyak menyajikan informasi kesehatan sehingga sangat efektif untuk penyampaian pesan.

Meski berhubungan dengan diet yang sehat, tidak bisa dipungkiri bahwa penelitian terdahulu banyak mengaitkan internet dengan gaya hidup sedentary atau jarang olahraga. Akibatnya, tidak sedikit para pecandu internet yang bermasalah dengan kegemukan dan berbagai komplikasinya termasuk sakit jantung dan diabetes.


Sumber : Detikhealth.com


 

Benarkah Lari Maraton Bahayakan Jantung?

Selain membakar kalori lebih banyak, lari merupakan olahraga yang murah dan bisa dilakukan kapan saja. Akan tetapi sebaiknya Anda menyadari kemampuan diri sebelum melakukan lari jarak jauh seperti lari maraton.

Sekitar dua juta orang melakukan lari maraton sejauh 42 km atau separuh maraton di Amerika Serikat setiap tahunnya. Terhitung sejak tahun 2000 sampai 2010 sekitar 59 pelari dilarikan ke unit perawatan jantung setelah berlomba atau di tengah perlombaan. Sebanyak 42 pelari menderita serangan jantung fatal dan tahun 2011 lalu diberitakan dua pelari maraton meninggal dunia.

Setelah dokter menginvestigasi penyebab kematian tersebut, mereka menyimpulkan bahwa pada dasarnya jarak yang ditempuh pelari tidak berbahaya. Malah, mereka yang terkena serangan jantung saat perlombaan lari memiliki peluang hidup lebih besar. Alasannya, pada saat kejadian banyak orang dan juga tenaga medis serta ambulans yang siap sedia.

Meski begitu, rasanya tidak ada orang yang menginginkan serangan jantung. Apalagi tujuan utama para pelari itu adalah meningkatkan fungsi kardiovaskular supaya lebih panjang umur.

"Bukan berarti setiap orang harus melakukan maraton, tetapi orang yang memiliki risiko tinggi harus berhati-hati," kata Aaron Baggish, M.D, peneliti dalam bidang lari maraton.

Sebelum menyiapkan sepatu lari Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui supaya Anda bisa mencapai garis finish dengan baik.

1. Periksa Jantung Anda
Tidak setiap orang perlu ke dokter sebelum melakukan lari maraton atau program lari jarak jauh, karena itu ketahui faktor risiko Anda. Apakah Anda obesitas atau kegemukan? Bagaimana kadar kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah? Pernahkah Anda merasakan nyeri pada dada atau sesak napas saat berlari? Jika Anda merasakan salah satunya, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memutuskan berlari.

2. Ketahui Riwayat Penyakit di Keluarga
Salah satu yang membahayakan adalah jika seorang pelari memiliki riwayat hypertrophic cardiomyopathy, kondisi genetik yang akan memperlebar otot-otot jantung, sehingga mengganggu fungsi listrik pompa jantung. Ketahui apakah dalam keluarga besar Anda ada kerabat yang meninggal akibat penyakit jantung sebelum berusia 50 tahun.

3. Berlari Seolah Sedang Latihan
Penelitian yang dilakukan Baggish menemukan bagian paling mematikan dari lari maraton atau jarak jauh adalah seperempat jarak terakhir. "Saat seseorang mengetahui garis finish sudah dekat biasanya mereka mendorong diri lebih keras dan ini bisa memicu serangan jantung," katanya.

4. Pelajari CPR
Menurut penelitian, pelari yang selamat dari serangan jantung adalah mereka yang mendapatkan tindakan CPR (cardiopulmonary resuscitation) dalam waktu 90 detik.


Sumber : Kompas.com


 

Ternyata Pahitnya Kopi Bisa Mencegah Penyakit Kencing Manis


img
Tak sekedar menghangatkan suasana pagi hari, secangkir kopi juga bermanfaat bagi kesehatan. Jika selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kesehatan jantung, kini kopi juga terbukti bermanfaat untuk mencegah kencing manis atau diabetes.

Manfaat kopi dalam mengurangi risiko diabetes sebenarnya sudah dikenal lama, meski secara pasti mekanismenya belum diketahui. Kini sebuah penelitian terbaru di Huazhong University of Science and Technology kembali menguatkan dugaan tersebut.

Dalam penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut terungkap, konsumsi 4 cangkir kopi setiap hari bisa mengurangi risiko diabetes hingga 50 persen. Tiap penambahan 1 cangkir kopi, risiko kembali berkurang 7 persen.

Menurut para peneliti, sedikitnya ada 3 kandungan senyawa alami yang terkandung di dalam kopi dan berkhasiat mengurangi risiko diabetes. Seperti dikutip dari WebMD, ketiganya adalah kafein itu sendiri, asam kafeat dan asam klorogenik.

Risiko diabetes atau kencing manis yang bisa dikurangi melalui konsumsi kopi adalah diabetes melitus tipe-2 (DM Tipe-2). Tipe diabetes ini paling banyak ditemukan, jumlahnya sekitar 90-95 persen dari total seluruh pengidap diabetes termasuk yang tipe 1.

Diabetes tipe 2 pada umumnya diderita oleh orang dewasa, meski kadang-kadang anak-anak juga bisa mengidapnya. Jika diabetes tipe 1 biasanya diperoleh sebagai kelainan bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Pada diabetes tipe ini, kemampuan tubuh untuk mengolah gula berkurang atau bahkan tidak berfungsi sama sekali sehingga kadar gula dalam darah menumpuk. Kompilasi dari gangguan ini cukup beragam, mulai dari gagal ginjal, kerusakan retina mata serta impotensi pada laki-laki.


Sumber : Detikhealth.com


 

3 Cara Sembunyikan Mata yang Terlihat Lelah


img
Akan sangat tidak menyenangkan bagi Anda ketika bangun tidur dengan mata yang merah, bengkak, atau sembab. Sebagian besar hal ini disebabkan atau diperburuk oleh kurangnya tidur.

Idealnya, orang dewasa rata-rata tidur minimal 7,5 jam per malam. Sayangnya karena kesibukan, Anda pun tidak selalu memungkinkan untuk mendapatkan tidur yang cukup. Alhasil saat bangun tidur, mata terlihat tidak segar dan kantung mata seperti lebih besar.

Ada beberapa trik merias wajah yang bisa Anda lakukan untuk menyamarkan mata lelah tersebut, seperti dikutip dari Helium:

1. Gunakan Concealer
Waktu tidur yang kurang menyebabkan lingkar hitam pada mata sehingga tidak enak jika dipandang. Jika Anda ingin menghilangkan lingkaran hitam pada mata, concealer adalah jawaban yang tepat.

Untuk menghilangkan lingkar hitam tersebut, pastikan warna concealer yang dipakai cocok dengan warna kulit Anda. Idealnya, warna concealer satu tingkat lebih terang dari warna foundation yang Anda pakai. Gunakan jari manis Anda untuk memakai concealer. Namun, jika Anda ingin benar-benar mengurangi atau menghilangkan lingkar hitam di sekitar mata Anda, cobalah untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap harinya, atau gunakan kompres dingin di mata sekitar satu setengah jam.

2. Gunakan Eye Shadow
Salah satu cara terbaik untuk menyembunyikan mata lelah yang terlihat kuyu adalah dengan meningkatkan warna mata alami Anda. Untuk memulai, Anda harus menemukan warna eye shadow yang cocok dengan warna mata Anda.

Biasanya, dengan menggunakan warna eye shadow yang bertentangan dengan warna mata akan membuat mata terlihat lebih segar dan cerah. Misalnya untuk mata berwarna hazel dan cokelat, dapat memakai eye shadow berwarna violet atau plum.

Jika Anda benar-benar ingin mencerahkan mata yang terlihat kuyu, Anda dapat mencoba tetes mata yang dapat melembabkan. Namun, perlu diingat bahwa tetes mata tidak untuk digunakan sehari-hari secara rutin. Menggunakan tetes mata terlalu sering dapat menyebabkan ketergantungan ringan.

3. Bermain dengan Bulu Mata
Anda dapat menggunakan maskara untuk menjadikan mata Anda terlihat lebih tegas. Namun, sebelum menggunakan maskara, cobalah untuk memberikan efek pada bulu mata Anda terlebih dahulu. Gunakan penjepit bulu mata pada bulu mata yang kering. Jepit bulu mata Anda dan ulangi beberapa kali. Setelah itu, aplikasikan maskara beberapa kali pada bulu mata Anda hingga mencapai efek yang Anda inginkan.


Sumber : Wolipop.com


 

Sabtu, 14 Januari 2012

Ceroboh! Pasien Meninggal Karena Salah Operasi, Hatinya Dikira Ginjal!


img
Amy Francis 
Nyawa seorang pasien di Inggris harus melayang gara-gara seorang dokter bedah salah mengenali organ. Ketika harus mengeluarkan ginjal yang rusak karena digerogoti kanker, yang terpotong justru hatinya yang sebenarnya baik-baik saja.

Nasib malang ini dialami oleh Amy Francis (77 tahun), seorang janda asal Newport, Inggris. Ia didiagnosis mengalami kanker ganas pada ginjal sebelah kanan, sehingga harus menjalani operasi pengangkatan untuk menyelamatkan nyawanya pada Juli 2011.

Operasi yang dilakukan di Royal Gwent Hospital ini seharusnya tidak terlalu slit dilakukan. Namun yang terjadi, tak lama setelah operasi nyawa Francis tidak tertolong dan langsung dinyatakan meninggal akibat perdarahan parah yang terjadi di organ dalam tubuh.

Konsultan urologi yang bertanggung jawab dalam operasi tersebut, Dr Adam Carter mengakui adanya kesalahan prosedur. Dalam oeprasi tersebut, ia mengizinkan seorang dokter magang untuk mengangkat ginjal namun akhirnya salah membedakan ginjal dengan hati.

Karena belum cukup percaya diri, dokter magang itu sempat meminta Dr Carter untuk mengambil alih operasi. Dalam pergantian itulah terjadi salah koordinasi, lalu tiba-tiba ahli anestesi mengatakan bahwa tekanan darah pasien mendadak turun drastis.

Sedikitnya 2 orang ahli bedah senior langsung dipanggil untuk mengatasi keadaan ini, namun hasilnya sia-sia. Darah yang keluar dari hati yang sudah sobek terlalu banyak sehingga Francis harus meregang nyawa dan dinyatakan meninggal beberapa saat kemudian.

Namun untungnya, kesalahan ini bisa dimaklumi oleh keluarga pasien. Anak Francis, Alan (52 tahun) menghargai kejujuran Dr Carter yang langsung menginformasikan kesalahan tersebut berikut upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya meski akhirnya gagal.

"Kami telah menyetujui tindakan tersebut dan menghargainya sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawa ibu saya. Saya menghargai kejujurannya dan berharap semoga di masa mendatang ia bisa melakukan lebih banyak operasi yang berhasil," kata Alan seperti dikutip dari Dailymail.

Di seluruh dunia, jumlah penderita kanker ginjal seperti halnya Francis cenderung meningkat. Pada laki-laki, jumlah penderitanya naik 100 persen dalam 40 tahun terakhir sementara pada perempuan jumlahnya mengalami peningkatan lebih besar yakni 130 persen.


Sumber : Detikhealth.com


Tahukah Anda? Noda Kuning di Sekitar Kelopak Mata Tanda Penyakit Jantung


img
Munculnya noda kuning pada kulit (xanthelasmata) di bagian atas kelopak bisa jadi penanda risiko seorang individu menderita penyakit jantung. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Anne Tybjarg-Hansen di Universitas Kopenhagen ini juga menyimpulkan bahwa cincin putih atau abu-abu di sekitar kornea (arcus corneae) tidak ada kaitannya risiko penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya telah menetapkan bahwa baik xanthelasmata maupun arcus corneae merupakan endapan kolesterol. Namun, sekitar setengah dari individu yang memiliki salah satu atau kedua kondisi di atas ternyata tidak positif memilki kolesterol tinggi lewat tes darah.

Hasil ini membuat para peneliti ingin menyelidiki hubungan antara xanthelasmata dan arcus corneae terhadap risiko serangan jantung, penyakit jantung, stroke, penebalan arteri atau kematian dini pada populasi umum.

Para peneliti menyurvei 12.745 orang yang berpartisipasi dalam penelitian jantung di Kota Kopenhagen. Para peserta berusia antara 20 hingga 93 tahun dan tidak mengidap penyakit jantung ketika penelitian dimulai. Mereka dipantau sejak tahun 1976 sampai dengan bulan Mei 2009.

Pada awal penelitian, sebanyak 563 orang peserta (4,4%) memiliki xanthelasmata dan 3159 orang (24,8%) memiliki arcus corneae. Selama pemantauan, 1.872 orang peserta mengalami serangan jantung, 3.699 orang memiliki penyakit jantung, 1.498 orang mengalami stroke, 1.815 orang mengidap penyakit serebrovaskular, dan 8.507 orang meninggal dunia.

Hasil menunjukkan bahwa risiko terkena serangan jantung, mengalami penyakit jantung atau kematian dalam jangka waktu sepuluh tahun, meningkat pada individu yang memiliki xanthelasmata, baik laki-laki dan perempuan pada semua kelompok umur. Peningkatan risiko ini terlepas dari faktor risiko terkenal lainnya seperti jenis kelamin, kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol.

Risiko tertinggi ditemukan pada pria berusia 70 hingga 79 tahun. Risiko masalah jantung pada peserta laki-laki yang memiliki xanthelasmata sebesar 53%. Lebih tinggi dibandingkan 41% untuk laki-laki tanpa xanthelasmata. Sedangkan pada perempuan yang memiliki xanthelasmata berisiko 35% mengalami masalah jantung. Lebih tinggi dibandingkan yang tidak memilki xanthelasmata, yaitu sebesar 27%.

Sebaliknya, penelitian yang dirilis esciencenews.com,  ini menunjukkan bahwa arcus corneae bukanlah prediktor yang signifikan untuk risiko serangan jantung atau penyakit jantung.  Para peneliti menyimpulkan bahwa munculnya xanthelasmata dapat membantu dokter dalam mendiagnosa masalah jantung. Mereka menambahkan bahwa temuan mereka bisa sangat berguna dalam masyarakat yang sulit mengakses laboratorium untuk melakukan pengukuran lemah.


Sumber : Detikhealth.com


 

Waspada! Denyut Jantung Naik Saat Santai Pertanda Awal Penyakit Jantung


img
Denyut jantung yang normal saat orang sedang istirahat adalah sekitar 60-100 denyut per menit (dpm). Denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih bugar. Akan tetapi, jika denyut jantung naik saat sedang beristirahat berisiko penyakit jantung.

Para peneliti di Norwegia menemukan bahwa peningkatan denyut jantung selama istirahat dapat digunakan untuk mengidentifikasi gejala penyakit jantung. Peneliti memeriksa 13.499 orang pria dan 15.826 orang wanita di Norwegia.

Peserta diukur denyut jantungnya selama istirahat sebanyak dua kali: pertama antara tahun 1984 dan 1986 dan diukur lagi 10 tahun kemudian, yaitu antara tahun 1995 dan 1997. Peserta kemudian dipantau lagi selama 12 tahun.

Selama penelitian, sebanyak 3.038 orang meninggal dunia. Di antara jumlah tersebut, 975 orang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, 388 di antaranya disebabkan penyakit jantung iskemik.

Peserta yang denyut jantung istirahatnya meningkat dari di bawah 70 dpm pada pengukuran pertama menjadi di atas 85 dpm pada pengukuran kedua 90 persen lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung iskemik daripada peserta yang denyut jantungnya selama istirahat kurang dari 70 dpm pada dua kali pengukuran.

Peserta yang denyut jantungnya naik lebih dari 15 dpm juga 50 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apa saja, dibandingkan dengan peserta yang denyut jantungnya selama istirahat tetap stabil. Peningkatan risiko ini tetap mencolok bahkan setelah faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil dihilangkan, seperti olahraga dan kebiasaan merokok.

"Denyut jantung seseorang ketika istirahat dapat dengan mudah diketahui di rumah, jadi lebih mudah untuk memeriksa kondisi keehatan Anda sendiri" kata peneliti, Ulrik Wisloff dari Norwegian University of Science and Technology, di Trondheim seperti dilansir LiveScience.com.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of American Medical Association juga menemukan bahwa penurunan denyut jantung selama istirahat tampaknya tidak mengurangi risiko kematian peserta selama penelitian.

"Peneliti perlu mencari tahu mengapa kenaikan detak jantung ketika istirahat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Bisa jadi itu merupakan penanda kebiasaan gaya hidup tidak sehat atau mengindikasikan kecenderungan genetik yang mendasari penyakit jantung," kata Dr Christopher Cove, ahli jantung di University of Rochester Medical Center.


Sumber : Detikhealth.com