Senin, 14 Februari 2011

Askep Jiwa Dengan Gangguan Kepribadian

A. Landasan Teori
1. Pengertian
Kepribadian : Sikap dan perilaku yang menggambarkan diri individu secara utuh dan digunakan untuk menanggapi, berhubungan dan berpikir tentang diri dan lingkungan dalam konteks hubungan personal yg luas.

Gangguan kepribadian dapat diidentifikasi dgn sikap dan perilaku yg tidak fleksibel, mal adapatif, fungsi sosial dan pekerjaan terganggu.

 Gangguan Kepribadian

2. Rentang Respon
Kepribadian sehat <---------->  gangguan ciri kepribadian <--------- psikokosis

Kepribadian sehat : sikap dan perilaku individu yang dapat diterima oleh lingkungan tanpa mengganggu integritas dirinya

Gangguan ciri kepribadian : Suatu sikap dan perilaku yang tidak fleksibel, mal adaptif yang dapat mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan

Psikosis : suatu kondisi yang menunjukkan gangguan berat dengan ditandai gangguan kemampuan daya nilai realitas

Pembeda individu normal vs gangguan kepribadian
  1. Adaptasi yang tidak fleksibel
  2. Lingkaran setan antara cara persepsi
  3. Kemampuan yang lemah

3. Perilaku dan Mekanisme Koping
  1. Jenis gangguan Skizoid : mekanisme koping isolasi
  2. Jenis gangguan Histerionik : mekanisme koping disosiasi,menyerang dan mengingkari
  3. Jenis gangguan Narsistik : mekanisme koping manipulasi, intelektualisasi
  4. Jenis gangguan Boderline : mekanisme koping marah, krisis
  5. Jenis gangguan Menarik diri : mekanisme koping isolasi
  6. Jenis gangguan Tergantung : mekanisme koping ketergantungan
4. Perilaku Terkait Gangguan Kepribadian
1. Kepribadian histerionik
  • Ciri pokok : sebagai suatu pola pervasif dari emosional dan mencari perhatian yang berlebihan.
  • Gejala : emosional tinggi, mendramatisasi diri, menarik perhatian, manipulatif, toleransi rendah, tidak rasional, tempentantrum, manipulatif, reaksi berlebihan pada stres
2. Kepribadian narsisitik
  • Tidak hangat, tidak responsive, terikat pada aturan (tertib, rapi), perfeksionistik, seriously (tidak dapat rileks, tertawa dan menangis ), hubungan sosial terbatas.
3. Kepribadian borderline
  • Sukar membina hubungan sosial dan personal, depresi, mengeluh perasaan bosan dan hampa, tidak percaya pada orang lain, perasaan sepi, sangat sensitif terhadap penolakan, tidak mampu mengatasi cemas dan frustasi, kontrol diri kurang
4. Kepribadian tergantung
  • Tidak mandiri, orang lain yang mengambil keputusan tentang dirinya, kurang percaya diri, vitalitas dan mobilitas kurang
5. Kepribadian Kompulsif
  • Tidak hangat, tidak responsif, terikat pada aturan (tertib,rapi ), perfeksionistik, seriusly ( tidak dapat rileks, ketawa & amp; menangis), hubungan sosial terbatas
6. Kepribadian menarik diri / menghindar
  • Hiperaktif pada penolakan, menghindari hubungan sosial kecuali dengan jaminan (diterima dan tidak dikritik), menarik diri, temannya terbatas, harga diri rendah, gelisah dan malu jika berbicara dengan orang lain, ingin dikasihani & amp; diterima
7. Kepribadian pasif-agresif
  • Menolak tuntutan untuk berpenampilan adekuat (sosial, pekerjaan), penolakan tidak diungkapkan dengan langsung (menangguhkan, buang2 waktu dan pelupa)
8. Kepribadian schizoid
  • Emosi dingin dan tidak peduli, tanpa kehangatan dan kelembutan, tidak dapat membedakan pujian, kritik pada perasaan orang lain, menolak kontak mata, menghindari komunikasi spontan, tidak tertarik dengan lawan jenis, pikiran paranoid, pikiran magis & masalah komunikasi


B. Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
1. Faktor Predisposisi
  • Tumbuh kembang : g3 dalam perkembangan persepsi, berpikir dan hubungan dengan orang lain
  • Hubungan dalam keluarga : Pola asuh dan interaksi dalam keluarga yang tidak mendukung proses tumbang
2. Faktor Presipitasi
  • Perpisahan/ kehilangan : orang berarti dalam waktu sementara/ lama (perceraian, kematian atau dirawat di RS
  • Penyakit kronis dan kecacatan : cenderung isolasi diri sehingga g3 pola hubungan
  • Sosial budaya : perubahan status sosek ( perusahaan bangkrut tau tinggal di tempat baru )
2. Diagnosa Keperawatan
  1. Kerusakan interaksi sosial : isolasi sosial
  2. Gangguan alam perasaan : depresi
  3. Gangguan hubungan dengan orang lain : dependent
  4. Gangguan hubungan dengan orang lain : manipulatif
  5. Isolasi sosial
  6. Gangguan konsep diri : harga diri rendah
  7. Resti amuk
  8. Resti merusak diri
3. Intervensi Keperawatan
Tujuan umum :
  1. Mencegah terjadinya gangguan jiwa berat
  2. Membantu mengembangkan kemampuan hubungan sosial
  3. Mendorong partisipasi keluarga dalam merawat klien
4. Implementasi Keperawatan
1. Kepribadian Histerik
  • Bekerja sama dengan klien dan keluarga
  • Terapi perilaku untuk membantu pencapaian tumbang
  • Bantu orang tua untuk mendisiplinkan anak
  • Bantu anak beradapatasi dalam kelompok
  • Respon perawat untuk dipengaruhi gender
2. Kepribadian narsistik
  • Bantu klien mengemembangkan harga diri yang kuat
  • Fasilitasi ledakan rasa marah dan bermusuhan
  • Tanggapi setiap perilaku klien
  • Beri penjelasan singkat, jelas dan terbatas
  • Bantu klien menyadari perasaan, kemampuan dan keterbatasannya
  • Tetapkan harapan yang jelas, konsisten & amp; mantap
  • Bantu klien melepaskan diri dari pengalaman yang menyakitkan
  • Beri umpan balik perilaku klien
  • Libatkan dalam terapi kelompok
  • Lakukan terapi keluarga
3. Kepribadian Borderline
  • Ciptakan lingkungan yang terapeutik
  • Kerja sama dengan klien dan keluarga
  • Lakukan kontrak dengan klien dalam pencapaian tujuan
  • Hindari tawar menawar
  • Gunakan contoh peran, teknis reinforcement
  • Konfrontasi perilaku klien yang tidak sesuai
  • Identifikasi perilaku destruktif & amp; pantau perilaku regresi penanganan segera
  • Identifikasi kebutuhan klien yang membutuhkan
  • Libatkan dalam terapi kelompok
  • Berikan terapi dengan tepat
4. Kepribadian Tergantung
  • Rancang batasan usia yang sesuai dan konsisten
  • Libatkan keluarga dan orang terdekat
  • Hindari perilaku balas dendam dan tekankan tanggung jawab terhadap perilaku, pikiran dan perasaan
  • Beri kesempatan untuk mengontrol kehidupan perilakunya
  • Tunjukkan penerimaan/ pengakuan terhadap keputusan klien
  • Tetap beri informasi tentang kegiatan terapi
  • Arahkan klien pada pemikiran rencana masa depan
5. Kepribadian Kompulsif
  • Ekspresif psikoterapi
  • Diskusikan efek stress dan beri saran
  • Cegah ketidak jelasan
  • Beri penekanan pada kebutuhan dengan contoh konkrit
  • Strategi perilaku dan kognitif sangat berguna
  • Terapi kelompok untuk orang tua dan keluarga
6. Kepribadian Menghindar
  • Bina hubungan saling percaya
  • Bantu klien menerima kritik orang lain
  • Bantu klien mengkritik diri sendiri
  • Bantu klien agar keluar dari lingkaran kritik dengan mengkonfrontasi kesepiannya
  • Bantu klien untuk sosialisasi dan mendapat teman
  • Beri reinforcement akan kemampuan yang telah dimiliki klien
7. Kepribadian Pasif – Agresif
  • Beri batasan perilaku dan lingkungan
  • Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan secara konstruktif
  • Beri kesempatan berpengalaman dalam kelompok
  • Tingkatkan hubungan sosial
  • Lakukan terapi perilaku
8. Kepribadian Skizoid
  • Lakukan kontrak P – K
  • Tingkatkan sosialisasi
  • Hindari isolasi dan perawatan institusional
  • Libatkan dalam terapi okupasi dan terapi kelompok
5. Evaluasi
  1. Klien mampu berhubungan dengan orang lain secara efektif
  2. Perilaku klien merefleksikan kemampuan dalam hubungan : percaya, terbuka dan kerja sama
  3. Sumber koping


Sumber Referensi : http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com


0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!