Minggu, 22 Mei 2011

Menjadi Seorang Ibu Ternyata Membuat Wanita Lebih Pintar


 Menjadi seorang ibu membuat wanita jauh lebih pintar, merasa jauh lebih baik, dan kelihatan berseri-seri

SEBAGIAN wanita boleh jadi memang merintih bahkan sampai meratap oleh pengorbanan yang harus mereka jalani untuk menjadi seorang ibu, namun sejumlah pakar membuktikan bahwa menjadi seorang ibu ternyata jauh lebih banyak untungnya dibandingkan yang diperkirakan orang. Salah satunya ialah, si ibu baru akan jauh lebih pintar.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat membuktikan bahwa tikus betina ternyata jauh lebih baik di dalam belajar dan dalam melalui berbagai test memori dibandingkan tikus betina yang belum punya anak. Bukti pentingnya ialah bahwasanya tikus betina ternyata mempunyai sekelompok baru sel otak.

Menurut salah seorang ilmuwan di dalam penelitian tersebut, fenomena neuroplasticity – dimana otak mengorganisir diri dengan membentuk mata rantai syaraf baru – boleh jadi disebabkan kenyataan bahwa sang induk (ibu) selalu merasa perlu memastikan keselamatan hidup bayinya.

Induk tikus terpaksa menjadi jauh lebih baik dan pintar dalam mencari makanan dan membawanya pulang untuk anaknya. Dengan demikian, dalam hal ini sejumlah aspek pembelajaran ditingkatkan dengan sendirinya oleh sang induk. Kondisi menguntungkan pada diri si induk ini mestinya berlaku juga pada manusia, kata ilmuwan tadi.

Ilnmuwan lain lebih terperinci lagi dengan mengatakan betapa penelitian sudah membuktikan bahwa menjadi ibu dengan sendirinya memperbaiki persepsi, daya tahan, efisiensi, motivasi dan tingkat emosional pada diri wanita.

Disamping itu, sejumlah hormon yang meningkat selama hamil ternyata berhubungan dengan kesehatan mental yang jauh lebih baik. Oestrogen, yang cenderung meningkatkan keadaan jiwa, secara berangsur-angsur terus bertambah selama hamil dan mencapai puncaknya ketika melahirkan, kata ilmuwan itu.

Oestrogen adalah hormon perasaan baik dan bagus pada wanita, yang juga membuat wanita hamil menjadi penuh semangat. Keadaan ini berkaitan dengan kulit dan rambut mereka yang menjadi lebih berseri-seri dan bercahaya. Namun demikian, para ilmuwan dalam penelitian itu mengatakan bahwa sementara oestrogen memiliki pengaruh positif, namun juga membuat ruwet jaringan hormon dan bahan kimia otak.cUmpamanya, serotonin juga mengatur keadaan jiwa, dan serotonin level rendah bisa mengurangi pengaruh dari perasaan baik dan bagus oestrogen.

Menyusui jadi menguntungkan bagi seorang ibu, sebagian karena hormon oxytocin yang dikeluarkan melalui semburan. Menyusui punya pengaruh relax (santai) pada diri ibu, yang membantunya mengurangi ketegangan dan stress dan mempererat ikatan ibu dan anak, kata sejumlah dokter. Mereka menambahkan bahwa menyusui juga membantu ibu lebih cepat menurunkan berat badan dan mengurangi risiko kanker payudara.

Berita bagusnya ialah, pengaruh-pengaruh positif ini tidak akan berakhir sejak seorang ibu berhenti menyusui. Wanita yang berhenti menyusui bisa punya oxutocin level tinggi manakala mereka menyentuh, memandang dan melewatkan waktu dengan bayi mereka, kata para dokter tadi.

Kelompok bahan kimia lain yang turut berperan adalah hormon stress. Ketika wanita hamil mengalami hormon level tinggi yang berhubungan dengan stress – yaitu cortisol dan adrenalin – dampaknya tidak selalu seburuk itu.

Stress hanya akan berakibat buruk bila terlampau berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu lama. Sebaliknya, ketegangan ini bisa menjadi apa yang disebut eustress atau stress yang sehat, yang membuat orang punya perasaan terpenuhi (keinginannya) dan merangsang perkembangan psikologis seseorang, kata para dokter tersebut.

Yang merugikan ialah bila pengaruh hormon stress menjadi tidak terkendali. Sebagian wanita sangat rentan terhadap pengaruh hormon keadaan jiwa dan kegelisahan. Dalam sejumlah kasus, kegelisahan bisa sampai menjadi lebih buruk.

Akibatnya bisa berupa keadan jiwa ketika atau sekitar waktu melahirkan dan timbulnya gangguan kecemasan seperti depresi. Diperkirakan sekitar 10% wanita mengalami depresi ketika hamil. Untuk mengatasi stress yang berlebihan, dokter menasehatkan agar calon ibu merencanakan dengan baik kelahiran bayinya, cukup istirahat, berolahraga guna menenangkan diri dan hindarkan kebiasaan minum kopi dan merokok.

Mintalah dukungan dari keluarga dan teman-teman dan jangan ragu-ragu minta bantuan profesional jika calon ibu tetap saja berada dalam keadaan murung, kata para ilmuwan tersebut.



0 Komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!