Jumat, 05 Agustus 2011

Pemeriksaan Fisik : Auskultasi Suara Nafas

Sebelum melakukan pemeriksaan auskultasi pada nafas, ada baiknya kita review dulu untuk anatomi sistem pernafasan. Klik pada bagian yang anda ingin tahu fungsinya akan ada penjelasan disamping kiri.

Tujuan Pemeriksaan Auskultasi pada Paru-paru :
Pemeriksaan berguna untuk mengkaji aliran udara melalui bronkial dalam rangka mengevaluasi adanya cairan atau obstruksi padat dalam paru. Untuk mengevaluasi kondisi paru, pemeriksa mengauskultasi bunyi napas normal, bunyi napas tambahan dan bunyi suara.


a.    Suara nafas normal
Evaluasi suara nafas normal ditunjukkan dengan mengkaji pergerakan udara melalui sistem pulmoner dan untuk mengidentifikasi adanya suara abnormal. Hal ini dilakukan dengan meletakkan diafragma stetoskop pada dinding dada dan instruksikan pasien untuk bernafas dan mengeluarkannya secara perlahan dengan mulut terbuka. Auskultasi harus dilakukan secara sistematik, dari satu sisi ke sisi yang lain, dari atas ke bawah, ke bagian anterior, posterior dan lateral. Suara nafas normal berbeda-beda tergantung pada lokasinya. Suara nafas normal dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu bronkial, bronchovesikular, dan vesicular.

Tabel Karakteristik Suara Paru Normal

b.    Suara nafas abnormal
Adanya kondisi abnormal yang mempengaruhi pohon bronkhial dan alveoli dapat menghasilkan bunyi tambahan. Ada 3 kategori suara nafas abnormal yaitu tidak adanya atau berkurangnya suara nafas, suara nafas bronchial yang berpindah tempat dan suara nafas tambahan.
  1. Tidak adanya atau berkurangnya suara nafas mengindikasikan bahwa kecilnya atau tidak adanya aliran udara pada area tertentu.
  2. Suara nafas bronchial yang berpindah tempat adalah suara beronchial normal yang terdengar pada daerah perifer paru. Kondisi ini biasanya merupakan indikasi adanya cairan atau eksudat pada alveoli.
  3. Suara nafas tambahan adalah suara ekstra yang terdengar selain suara nafas normal.
Tabel Suara nafas abnormal dan kondisi yang berhubungan

Tabel Suara nafas abnormal dan kondisi yang berhubungan.Untuk lebih jelasnya mari berlatih mendengarkan suara nafas dengan flash dibawah ini. Klik pada suara nafas yang ingin anda dengarkan kemudian klik pada titik yang ditunjukkan.


Ini dia screenshot dan linknya :
01-Introduction (Klik gambar untuk menuju video)

02.Posterior Inspection (Klik gambar untuk menuju video)

03-Posterior Palpation (Klik gambar untuk menuju video)

04-Posterior Percussion (Klik gambar untuk menuju video)

05-Normal Breath Sound (Klik gambar untuk menuju video)

06.Adventitious Sound (Klik gambar untuk menuju video)

07-Posterior Auscultation (Klik gambar untuk menuju video)

08-Anterior Inspection and Palpation (Klik gambar untuk menuju video)

09-Anterior Percussion (Klik gambar untuk menuju video)

10-Anterior Auscultation (Klik gambar untuk menuju video)

11-Summary (Klik gambar untuk menuju video)



Sumber Referensi :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!