Jumat, 09 Desember 2011

Meralgia Paresthetica (Mati Rasa di Paha Karena Saraf Terjepit)


img
1. Deskripsi
Meralgia paresthetica adalah kondisi yang ditandai oleh kesemutan, mati rasa dan nyeri terbakar di bagian luar paha. Penyebab meralgia paresthetica adalah tekanan pada saraf yang memasok sensasi ke permukaan kulit paha.

Pakaian ketat, obesitas, dan kehamilan adalah penyebab umum meralgia paresthetica. Meralgia paresthetica juga dapat disebabkan oleh trauma lokal atau penyakit seperti diabetes.

Dalam kebanyakan kasus, meralgia paresthetica bisa reda dengan tindakan konservatif, seperti mengenakan pakaian longgar. Pada kasus yang parah, pengobatannya dapat menggunakan obat-obatan untuk meringankan ketidaknyamanan hingga operasi.

2. Gejala
Tekanan pada saraf kutaneus lateralis femoralis yang memasok sensasi ke paha atas dapat menyebabkan gejala-gejala dari meralgia paresthetica, antara lain:

a. Kesemutan dan mati rasa di bagian luar paha
b. Rasa sakit terbakar di dalam atau pada permukaan bagian luar paha
c. Nyeri dan kusam di daerah pangkal paha atau bokong
d. Gejala ini umumnya terjadi hanya pada satu sisi tubuh dan dapat semakin terasa ketika berjalan atau berdiri.

3. Penyebab
Meralgia paresthetica terjadi ketika saraf kutaneus lateralis femoralis, yaitu saraf yang memasok sensasi ke permukaan luar paha, tertekan atau terjepit. Saraf kutaneus lateralis femoralis adalah saraf sensorik dan tidak mempengaruhi kemampuan untuk menggunakan otot-otot kaki.

Pada kebanyakan orang, saraf ini melewati pangkal paha ke paha atas tanpa kesulitan. Tapi pada meralgia paresthetica, saraf kutaneus lateralis femoralis terjebak di bawah ligamentum inguinalis yang membentang sepanjang pangkal paha, dari perut ke paha atas.

Penyebab umum tekanan ini adalah kondisi yang menyebabkan tekanan pada pangkal paha, seperti :
1. Pakaian ketat
2. Kegemukan
3. Kehamilan
4. Jaringan parut dekat ligamentum inguinalis karena cedera atau pembedahan
5. Berjalan, bersepeda, atau berdiri untuk jangka waktu yang lama
6. Cedera syaraf, baik karena diabetes atau setelah kecelakaan kendaraan bermotor

4. Perawatan dan Obat-obatan
Pengobatan untuk meralgia paresthetica berfokus pada meringankan tekanan pada saraf.

a. Tindakan Konservatif
Tindakan konservatif efektif bagi kebanyakan orang. Rasa sakit biasanya akan hilang dalam waktu beberapa bulan. Caranya antara lain :
1. Memakai pakaian longgar
2. Menurunkan berat badan
3. Meminum obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen, ibruprofen, atau aspirin.

b. Obat-obatan
Jika gejalanya masih mucul selama lebih dari dua bulan atau rasa sakit bertambah parah, pengobatan dapat mencakup :
1. Suntikan Kortikosteroid
Suntikan dapat mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit untuk sementara. Kemungkinan efek sampingnya adalah: infeksi sendi, kerusakan saraf, rasa sakit, dan pemutihan kulit di sekitar tempat injeksi.

2. Antidepresan Trisiklik
Obat-obat ini dapat mengurangi rasa sakit. Efek sampingnya antara lain: rasa kantuk, mulut kering, sembelit, dan gangguan fungsi seksual.

3. Gabapentin atau Pregabalin
Obat anti kejang dapat membantu mengurangi gejala yang menyakitkan. Efek sampingnya antara lain: sembelit, mual, pusing, mengantuk, dan badan terasa ringan.

5. Operasi
Operasi jarang dilakukan. Pilihan ini hanya untuk pasien dengan gejala yang berat dan telah lama tidak sembuh.



Sumber : MayoClinic


0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!