Kamis, 17 Februari 2011

Askep Klien Dengan Kelainan Makan ( Anorexia dan Bulimia)

A. Landasan Teori

1. Anorexia
Merupakan penurunan napsu makan yang merupakan gejala umum pada banyak penyakit dan dapat disebabakan oleh makanan, obat, emosi, ketakutan, masalah psikologi dan infeksi. 

Anoreksia jangka panjang dapat menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan dysritmia jatung. Makan merupakan salah satu cara dalam menaikan berat badan akan tetapi pemberian makanan melalui selang atau infuse dapat menjadikan sebuah pilihan. Tanyakan kepada pasien apa oenyebab merekan kehilangan napsu makan dan apa yang dapat meningkatkan napsu makan tersebut. 

 Anorexia, Penurunan Nafsu Makan

Tindakan keperawatan pada pasien anoreksia adalah
  1. Dokumentasi intake output
  2. Monitoring tanda vital
  3. Elektrolit
  4. Elektrokardiogram
  5. monitoring jumlah cairan yang masuk
Anorexia Nervosa
Merupakan klainan makan yang sering tejadi pada wanita usia 12 sampai dengan 18 tahun. Diperkirakan 10% dari populasi mengalami anoreksia. 

2. Tanda dan gejala
Tanda awal dari anoresia nervosa terdiri dari:
  1. kehilangan berat badan
  2. rendah harga diri
  3. konfulsif terhadap diet
  4. perubahan body image
Tanda lanjut terdiri dari:
  1. amenorehea pada wanita
  2. ketidak seimbangan elektrolit
  3. disritmia jantung
  4. konstipasi
  5. kulit kering
  6. bradi kardi
  7. hypothermia
  8. hypotensi
  9. kehilangan otot
3. Intervensi Therapeutik
Perawatan pasien dengan anoresia nervosa harus dilakukan oleh multidispilin keilmuan. Pasien kadang tidak memerlukan obat. Pasien biasanya encari pertolongan karena mereka tidak mendapatkan hasil yang baik pada perawatan sebelumnya.
Pertolongan lebih awal akan mendapatkan prognosis yang baik. Diatas 18% pasien meninggal karena kelaparan dan komplikasi dari itu. Pemebrian ciaran dan nutrisi intravena diperlukan jika pasien mengalami penurunan berat badan yang hebat, ancaman dari ketidak seimbangan cairan, dan disritmia atau gejala lain yang berhubungan.
Pengembalian berat badan ke normal membutuhkan waktu yang lama dan merupakan proses yang lambat. 

4. Komplikasi
  1. Kekurangan nutrisi yang kronis
  2. kekurangan energi
  3. penurunan tekanan darah dan nadi
  4. gagal jantung dan ginjal
  5. osteoporosis
  6. penurunan otot

2. Bulimia Nervosa

1. Definisi
Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan potensial mengancam jiwa. Orang dengan bulimia nervosa mungkin minum minuman keras dan obat pencahar, makan makanan dalam jumlah yang banyak dan kemudian mencoba menghilangkan ekstra kalori dengan cara yang tidak benar. Sebagai contoh, seseorang dengan bulimia memaksakan dirinya untuk muntah atau berolahraga secara berlebihan.

Jika anda mengalami bulimia nervosa, anda mungkin akan tidak puas dengan bentuk dan berat badan anda dan menilai diri anda secara berlebihan akan kekurangan anda.

Karena ini terkait dengan pandangan terhadap diri sendiri –tidak hanya mengenai makanan- bulimia nervosa dapat sulit diatasi. Tetapi pengobatan bulimia nervosa secara efektif dapat membantu anda merasa lebih percaya diri, mengggunakan pola makan yang sehat dan menghilangkan komplikasi serius.

2. Tanda dan Gejala
Gejala bulimia antara lain:
•    Merasa anda tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan anda
•    Makan sampai titik anda merasakan rasa nyeri atau tidak nyaman
•    Memaksa diri anda untuk muntah setelah makan
•    Berolahraga secara berlebihan
•    Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema
•    Merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan
•    Memandang negatif bentuk tubuh anda secara berlebihan
•    Pergi ke kamar kecil setelah makan
•    Fungsi usus yang tidak normal
•    Kerusakan gigi dan gusi
•    Bengkak pada kelenjar ludah di pipi
•    Radang tenggorokan dan mulut
•    Dehidrasi
•    Detak jantung yang tidak teratur
•    Radang, luka atau kulit kering pada pergelangan atau tangan
•    Menstruasi tidak teratur atau hilang menstruasi (amenorrhea)
•    Depresi
•    Gelisah

Ketika anda mengalami bulimia, anda mungkin secara rutin akan muntah atau berolahraga secara berlebihan setelah makan. Terkadang mereka dengan bulimia merasa butuh untuk mengeluarkan makanan bahkan setelah hanya makan makanan ringan.

3. Penyebab

Penyebab pasti bulimia tidak diketahui. Sama seperti gangguan mental lain, ada banyak faktor yang mungkin memainkan peran terjadinya gangguan makan, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan psikologis serta pengaruh keluarga dan lingkungan:
•    Biologis. Gen mungkin membuat beberapa orang lebih rentan mengalami gangguan makan. Mereka dengan hubungan keluarga tingkat pertama –saudara atau orang tua- yang mengalami gangguan makan dapat mungkin mengalaminya juga. Hal lain yang juga memungkinkan adalah kurangnya zat kimia di dalam otak serotonin memainkan peran di sini.
•    Kebiasaan tertentu, seperti diet atau berolahraga secara berlebihan dapat berkontribusi mengalami bulimia. Sebagai contoh, diet adalah faktor primer sebagai pemicunya.
•    Kesehatan emosional. Mereka dengan gangguan makan mungkin memiliki masalah emosional yang berkontribusi pada masalah ini. Mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah, perfeksionis, impulsive, sulit mengatur kemarahan, konflik dalam keluarga dan masalah dalam hubungan menjadi rentan mengalami masalah ini.
•    Lingkungan. Kultur budaya barat sering menghubungkan kesuksesan dengan tubuh yang kurus, Hal ini juga di dukung dengan adanya anggapan tersebut yang berkembang pada teman sebaya dan media massa. Hal ini rentan terjadi khususnya pada gadis berusia muda.

4. Faktor risiko
Situasi dan kejadian tertentu dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan makan. Faktor risiko tersebut antara lain:
•    Wanita
•    Berusia remaja dan awal kedewasaan
•    Faktor keturunan
•    Diet yang berlebihan
•    Pengaruh keluarga yang memberikan kritik pada bentuk dan berat badan
•    Gangguan emosional
•    Olahraga, pekerjaan dan aktifitas seni yang mengharuskan untuk bertubuh kurus dan ideal


5. Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Sebagai tambahan, orang tua dapat memberikan contoh hidup sehat pada anak tanpa mempedulikan bentuk atau berat badan. Pastikan tidak anda sindiran atau lelucon yang berkenaan dengan ukuran tubuh, bentuk atau berat badan anak anda.

Jika anda menemukan anggota keluarga atau teman dengan kepercayaan diri yang rendah, diet yang parah, kebiasaan makan yang salah atau tidak puas dengan penampilan mereka maka bicarakan pada mereka mengenai masalah ini. Meskipun anda mungkin tidak memiiki kemampuan untuk mencegah masalah ini terjadi, pendapat anda dapat diikuti seseorang dengan hidup sehat atau bersedia menjalani pengobatan sebelum situasi memburuk.

6. Intervensi Terapeutik
Sama dengan anorexia nervosa.

B. Asuhan Keperawatan
1. Proses Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Makan
Perawatan pasien dnegan gangguan makan merupakan tantangan tersendiri karena membutuhkan komunikasi yang baik dan realistis, kepercayaan merupakan modal utama dalam perawatan pasien dengan gangguan makan untuk mencegah terjadinya kekambuhan kembali.

2. Pengkajian dan Pengumpulan Data
  1. catat ketidak adequatan nutrisi
  2. catat kehilangan berat badan 15% dibawah normal atau lebih
  3. kaji turgor kulit
  4. kaki kekuatan otot
  5. amenorrhea
  6. ketidak seimbangan elektrolit
  7. erosi gigi
Pemeriksaan lanjut:
  1. anemia
  2. ketidak seimbangan elektrolit
  3. elektrokardiogram
3. Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, dan Implementasi
a. Ketidakimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dnegan tidak adekuat pemasukan, menginduksi muntah, penggunaan pencahan kronis.
Hasil yang diinginkan: diit sesuai dengan berat badan individu.
  1. monitoring berat badan pasien
  2. monitoring tanda vital dan laboratorium
  3. tingkatkan kepercayaan pasien
  4. berikan makan sedikit tapi sering
2. Kelainan Body image, berhubungan dengan perubahan psikososial dan kognitif
Hasil yang diinginkan: pasien secar verbal menyatakan kepuasan terhadap tubuhnya.
  1. kaji dan dokumentasikan repon verbal dan nonverbal
  2. dengarkan pasien dan bawa terhadap realitas
  3. monitoring pernyataan negative pasien sess and document patient’s verbal and nonverbal
  4. kaji kebutuhan rujukan ke pelayanan konseling dan social
  5. berikan penghargaan secra verbal
4. Evaluasi
  1. Pasien mendapatkan berat badan yang sesuai
  2. pasien puas dengan tubuhnya
  3. pasien dapat menilai secara positif terhadap tubuhnya.  


Sumber Referensi : 
- http://health.kompas.com/direktori/yourbody/134/Bulimia#detail
- http://nursingspirit.blogspot.com/2008/06/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan.html


5 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!