Jumat, 12 Agustus 2011

Pahitnya Dampak Pemanis Buatan

Kegemukan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner , hipertensi dan diabetes melitus. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kegemukan atau menurunkan berat badan. Pada prakteknya, upaya tersebut tidaklah semudah teori keseimbangan negatif seperti ini: kurangi kalori yg masuk dan perbanyak kalori keluar dari tubuh.

Agar saraf pengecap rasa di lidah terpuaskan, maka diciptakanlah pemanis buatan tanpa kalori sbg pengganti gula. Harapannya adlah berakit-rakit ke tepian tanpa perlu berenang.. Dengan kata lain tak perlu bersakit-sakit untuk mencapi tujuan penurunan berat badan. Sialnya berbagai laporan menunjukkan bahwa pemanis buatan menimbulkan masalah yg lebih mencemaskan.

Aspartame dipasarkan sebagai produk diet, tapi sebenarnya sama sekali bukan lah produk untuk diet. Kenyataannya, zat ini justru dapat menyebabkan berat badan bertambah karena dapat membuat seseorang " kecanduan" karbohidrat. Sebuah penelitian yg dilakukan The University of Texas Health Sciences Center melaporkan bahwa 41 % orang yg mengkonsumsi satu kaleng atau satu botol minuman ringan mengandung Aspartame setiap hari, akan mengalami risiko kegemukan.

Kenapa Aspartamae , berbahaya selain kegemukan itu sendiri ? Nancy Markle, pakar nutrisi dari The Wellness Center, A public service of The Wellness Research Team, Amerika Serikat, mensinyalir dampak negatif penggunaan Aspartame.

* Pada suhu tubuh 37 derajat Celcius, senyawa kimia sejenis alkohol yg terdapat dalam Aspartame, didalam lambung berubah menjadi formaldehide (formalin) yg kemudian mengalami perubahan senyawa asam yg dinamakan asam format, sehingga pada akhirnya menimbulkan peningkatan derajat keasamam dalam darah, atau asidosis metabolik. Senyawa tersebut serupa dg racun pada sengat semut api. Ditenggarai pula bahwa formaldehid yg terbentuk dapat terakumulasi dalam sel, kemuadian bereaksi dg berbagai enzim dan DNA di mitokondria maupun inti sel, sehingga berpotensi mencetuskan keganasan atau kanker pada penggunaan jangka panjang...penelitian pada tikus penggunaan Aspartame yg lebih rendah dari dosis yg dikonsumsi oleh manusia, sudah dapat menyebabkan timbulnya kanker kelenjar getah bening (limfoma maligna) dan kanker darah ( leukemia) dan bila menggunkan dalam dosis lebih tinggi akan menimbulkan keganasan pada seluruh organ tubuh.

* Sengaja atau tidak , zat berbahaya tersebut masuk kedalam tubuh lewat makanan atau minuman yg dikonsumsi setiap hari . Berbagai problem kesehatan spt tumor otak, kegananasan kelenjar getah bening, leukemia, lupus atau gangguan nyeri otot dan kepikunan sebagai akibat perubahan kimiawi di jaringan otak dan berpotensi mematikan pada penderita Parkinson, belakangan ini banyak dikaitkan dg penggunaan Aspartame.

* Penderita Diabetes seringkali terpancing untuk menggunakan produk ini, tanpa menyadari bahwa mengonsumsi dalam jangka waktu lama akan menyebakan kematian akibat komaketoasidosis. Bila ada produk yg mengklaim bahwa produk itu bebas gula , berhati-hatilah karena hampir pasti menggunakan Aspartame.

Bagaimana gejala keracunan Aspartame? Berbagai gejala dapt timbul sebagai akibat keracunan Aspartame, pada umumnya dibagi menjadi tiga tipe. Pertama , reaksi keracunan akut yg timbul dalam kurun waktu 48 jam setelah mengonsumsi produk yg mengandung Aspartame. Kedua, efek keracunan kronis dapat timbul dalam hitungan hari hingga tahun setelah mengonsumsi Aspartame jangka panjang.Ketiga, efek toksik yg tidak atau sulit dikenali oleh pengguna Aspartame.

Gejala keracunan akut yg bisa dikenali : mual, nyeri perut, muntah, mata kabur, pandangan menyempit, nyeri kedua bola mata, hingga kebutaan, jantung berdebar, dan sesak napas.

Pada keracunan kronis, gejala sering timbul adalah ; perubahan pola menstruasi, rambut rontok, rasa haus yg berlebihan, nyeri persendian , mudah mengalami infeksi.

Sakit kepala, telinga berdenging , penurunan daya ingat, depresi, mudah tersinggung, cemas berlebihan adalah efek toksik yg seringkali tidak disadari baik oleh dokter maupun yg bersangkutan, sehingga menjalani berbagai macam pemeriksaan maupun penggunaan obat yg tidak perlu.

Bila ada gejala seperti itu , yakinkan terlebih dahulu bahwa tidak ada riwayat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung Aspartame.

Berikut ini langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan :
1. Pertama, lindungi diri sendiri.
Hentikan mengonsumsi segala jenis makanan maupun minuman yang mengandung Aspartame.
Selalu baca setiap label makanan maupun minuman yg akan anda beli atau mengonsumsi untuk memastikan ada tidaknya kandungan zat tersebut (ASPARTAME).

2. Kedua, ganti Aspartame dg pemanis yang sehat.
Carilah pemanis yg berasal dari bahan alamiah, bukan pemanis buatan. Jangan terkecoh.

3. Ketiga, berbagi informasi dengan teman, kerabat atau siapapun yang Anada kasihi, agar tidak mengonsumsi Aspartame dg dosis sekecil apapun.

4. Keempat, akses informasi tentan
g Aspartame yang selalu melakukan pembaruan data melalui internet sangat penting untuk diketahui oleh publik.


Sumber : http://diet-sehat.com/yenty

1 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!