Jumat, 26 Agustus 2011

Penyakit Manusia Kebanyakan Akibat Penyalahgunaan Antibiotik


img
Antibiotik seharusnya obat yang tidak boleh dijual bebas, tapi nyatanya saat ini banyak disalahgunakan. Akibatnya kebanyakan penyakit pada manusia akibat penyalahgunaan antibiotik.

Tubuh manusia mengandung sejumlah besar mikroba yang baik atau jahat. Tapi memberantasnya baik secara sengaja atau tidak sengaja dengan antibiotik bisa membahayakan kesehatan.

"Terlalu sering menggunakan antibiotik bisa memicu peningkatan drastis dari diabetes tipe 1, obesitas, penyakit radang usus, alergi dan asma yang meningkat 2 kali lipat di dalam populasi," ujar Martin Blaser, profesor mikrobiologi dan ketua departemen kedokteran New York University Langone Medical Center, seperti dikutip dari LiveScience.

Manusia kadang disebut dengan meta-organism karena jumlah dan volume mikroba yang banyak di berbagai bagian tubuh, seperti yang hidup di dalam usus, kulit atau bahkan pusar. Mikroba ini membantu akses nutrisi, mencegah infeksi berbahaya serta gangguan autoimun lainnya.

Tapi penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak tepat, justru bisa mengurangi jumlah bakteri baik dan membuat mikroba resisten. Hal ini karena antibiotik bersama dengan perubahan cara hidup bisa mengubah komunitas mikroba yang hidup di berbagai tubuh.

Studi tahun 2010 menemukan bahwa antibiotik menyebabkan perubahan yang cepat dan mendalam pada populasi mikroba, termasuk datangnya mikroba yang resisten terhadap antibiotik dan bisa bertahan setidaknya selama 3 tahun.

Diketahui pula bahwa antibiotk yang berlebih bisa mengaktifkan bakteri Clostridium difficile yang sudah ada pada beberapa orang sehat dan menyebabkan infeksi peradangan.

"Kita memiliki flora yang sangat kompleks dalam situasi sehat, yaitu menjaga sel T pro-inflamasi dan anti-inflamasi dalam keseimbangan satu sama lain. Tapi jika sudah terjadi ketidakseimbangan akan membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit," ujar Dennis Kasper selaku profesor mikrobiologi dan imunologi dari Harvard Medical School.

Untuk itu Blaser menyarankan agar menggunakan antibiotik secara lebih bijaksana, mengembangkan teknik yang cepat mengidentifikasi patogen bermasalah serta menciptakan obat yang bisa menargetkan patogen tertentu dan tidak menghancurkan mikroba lainnya.

Sumber : Detikhealth.com


0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!