Minggu, 11 September 2011

Pelajaran Berharga Dari Seekor Keledai

Pernahkan Anda mendengar pepatah yang mengatakan “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Pepatah ini adalah suatu ungkapan kebodohan seseorang yang tidak mau mengambil hikmah dari kesalahan yang sama akan mirip seperti keledai. Keledai memang selalu diidentikkan dengan hewan yang bodoh. Namun kisah dibawah ini cerita lain tentang keledai.

Suatu hari, keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun/ditutup, karena berbahaya, jadi tidak ada gunanya untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Menimbun keledai itu.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!

Apa hikmah yang dapat Anda petik dari kisah sang keledai tadi?
Hikmah singkat yang bisa kita ambil di balik kisah diatas antara lain adalah, bahwa kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Kotoran di sini adalah ibarat segala permasalahan hidup yang kita hadapi. Bukankah setiap hari kita menghadapi permasalahan-permasalahan yang terkadang membingungkan kita. Cara yang diambil oleh sang keledai untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan (pengalaman).

Kehidupan ini terus saja menuangkan tanah dan bebatuan kepada kita, yaitu rintangan dan cobaan yang terdiri segala macam tanah dan bebatuan. Cara untuk keluar dari 'sumur' tadi ( kesedihan, masalah,cobaan dan sebagainya ) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan bebatuan tadi dari dalam diri kita ( pikiran dan hati kita ) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Sebab setiap masalah-masalah yang ada pada diri kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Agar kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, dan jangan mau untuk menyerah.



Sumber : Gugling.com





0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!