Sabtu, 10 September 2011

Vaksin Rotavirus Terbukti Ampuh Mencegah Penularan

img
Rotavirus merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak dan menyebabkan kematian. Studi terbaru mengungkapkan vaksin rotavirus terbukti efektif dan memberikan perlindungan yang luas.

Baru-baru ini sebuah vaksin rotavirus diperkenalkan dan telah terbukti sangat efektif serta memiliki beberapa manfaat yang tidak terduga. Hal ini karena vaksin tersebut memberikan perlindungan yang lebih luas bagi anak yang menerima vaksin dan orang-orang disekitarnya.

Para peneliti yang mengevaluasi vaksin tersebut menyimpulkan vaksin ini efektif karena terbukti menurunkan pasien rawat inap akibat diare di rumah sakit sebanyak 50 persen. Penurunan ini terjadi hanya setelah 2 tahun program imunisasi dimulai.

"Vaksin ini memberikan perlindungan langsung terhadap pasien rawat inap yang terdiri dari anak-anak, anak-anak lebih tua, orang dewasa dan juga lansia," ujar peneliti Ben A Lopman dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention, seperti dikutip dari VOANews.

Lopman menuturkan vaksin ini juga memberikan perlindungan tidak langsung atau biasa disebut dengan kekebalan kawanan (herd immunity). Kondisi ini terjadi karena hanya sedikit orang-orang yang ikut terinfeksi di sekitar orang yang sudah divaksinasi.

Dengan melakukan vaksinasi pada anak-anak, maka akan membantu menghentikan transmisi infeksi virus tersebut ke saudara, orangtua dan seluruh anggota keluarga lainnya. Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online oleh Journal of Infectious Diseases.

Untuk lebih mengukur efektivitas dari vaksin ini, perlu dilakukan studi lebih lanjut yang sebaiknya dilakukan di daerah yang mana penyakit diare akibat rotavirus masih menjadi ancaman yang jauh lebih serius.

Rotavirus adalah penyebab diare parah yang telah menyebabkan kematian pada setengah juta orang setiap tahunnya. Lebih dari 85 persen kematian ini terjadi di negara berkembang seperti Afrika dan Asia. Anak di bawah 5 tahun, terutama berusia 6 bulan sampai 2 tahun adalah kelompok umur yang paling berisiko.


Sumber : Detikhealth.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!