Jumat, 11 November 2011

Permen Lolipop Berisi Virus Anti Cacar Air Jadi Tren


img
Di Amerika Serikat, ada sebuah bisnis online yang menjual lolipop bekas jilatan anak-anak yang terkena cacar air. Permen lolipop yang disebut "Lollipox" begitu diminati ibu-ibu agar anaknya terkena cacar lebih dini sehingga mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Permen ini dipasarkan oleh seorang ibu bernama Wendy Werkit melalui Facebook dan dibanderol seharga US$ 50 atau sekitar Rp 450.000 per buah. Tak disangka, bisnis ini menjadi laris di pasaran.

Tak hanya itu, sebuah group Facebook yang bernama 'Find a Pox Party in Your Area' (cari pesta cacar di area Anda) dibentuk dengan tujuan untuk mempertemukan orang-orang yang mencari dan berbagi virus cacar air untuk anak-anaknya. Tujuannya adalah agar anak-anak terkena virus cacar air sejak dini.

Lolipox menjadi tren akibat kekhawatiran ibu-ibu terhadap penyakit cacar pada anak-anaknya. Penyakit cacar yang menyerang ketika dewasa biasanya lebih berbahaya daripada yang menyerang ketika masih anak-anak. Pemberian virus cacar ini diharapkan akan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak terhadap virus cacar seumur hidupnya.

Harga permen ini memang lebih murah jika dibandingkan harga vaksinasi cacar sebesar US$ 120 atau Rp 1 juta. Meskipun demikian, tidak semua orang tua setuju dengan tren aneh ini. Alih-alih dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, Ny Werkit bahkan telah dituntut oleh seorang pengacara bernama Jerry Martin dengan tuduhan menyebarkan penyakit.

"Tidak mungkin benda ini dapat berhasil menularkan cacar air pada anak-anak lain. Jika memiliki kandungan virus dosis tinggi dan dikirim dengan sangat cepat, secara teoritis mungkin masih bisa. Tapi itu tetap bukanlah cara yang efektif, sebab virus biasanya harus dihirup," kata Ishak Thomsen, spesialis penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Anak Vanderbilt seperti dirilis NYDailyNews.com.

Menurut Jerry Martin, mengirim penyakit atau virus melintasi batas negara adalah kejahatan federal. Mengirimkan lolipop berisi virus cacar dianggap melanggar hukum seperti halnya mengirim benda yang terkontaminasi virus antraks. Dan hukumannya dapat mencapai satu hingga 20 tahun penjara.

Seorang dokter bernama Thomsen Vanderbilt bahkan lebih mengkhawatirkan jika permen tersebut tercemar dengan virus campak. Campak memiliki tingkat kematian yang signifikan, menyebabkan komplikasi yang lebih berat dan sangat menular dibandingkan dengan cacar air.
Sumber : Detikhealth.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!