Rabu, 16 Februari 2011

Reaksi Transfusi

Adalah Suatu reaksi yang dapat terjadi setelah pemberian darah, komponen – komponen darah, atau berbagai cairan secara intravena

 Transfusi Darah

Reaksi yang terjadi dapat berupa : Reaksi pirogen, reaksi alergi, reaksi hemolitik, atau transmisi penyakit-penyakit infeksi

1. Reaksi Pirogen
Ditandai dengan pasien kedinginan, diikuti demam biasanya dalam 1 jam setelah transfusi/infus
Biasanya menggigil akan menghilang seteleah 15-30 menit
Sedangkan demam akan menetap sampai beberapa jam
 
Penatalaksanaan
- Pasien harus diselimuti
- Berikan air hangat (minum)
- Reaksi pirogen biasanya tidak berbahaya

2. Reaksi Alergi
Merupakan reaksi hipersensitivitas dari pasien terhadap komponen yang tidak diketahui dari darah donor
Reaksi ini sering terjadi dan dihubungkan dengan kemungkinan transmisi antibodi dari donor
 
Manifestasi Klinis
- Biasanya tidak begitu hebat
- Urtikaria
- Edema
- Pusing kepala
- Sesak & mengi (kadang2)
- Jarang sekali terjadi renjatan anafilaktik
 
Penatalaksanaan
- Transfusi segera dihentikan
- Berikan epineprin 1:1.000 sebanyak 0,5-1 ml subkutan
- Berikan antihistamin, misalnya difehidramin 50 mg im
- Preparat kortikosteroid parenteral

3. Reaksi Hemolitik
Dapat disebabkan oleh inkompatibilitas golongan darah, plasma atau serum dan pemberian cairan nonisotonik
 
Manifestasi Klinis
- Berat atau ringannya reaksi hemolisis tergantungdari derajat inkompatibilitas, banyaknya darah yang diberikan dan fungsi dari hepar, ginjal, serta jantung
- Gejala akan timbul segera setelah dimulai transfusi
 
Manifestasi Klinis
- Rasa tidak enak dan gelisah
- Kesukaran dalam bernafas
- Rasa sakit pada leher dan prekordial
- Muka menjadi merah (flushing)
- Sesak nafas
- Tekanan darah menurun
- Mual dan muntah

Fase akut ini terjadi dalam 1 jam pertama.
Kematian dapat terjadi pada hari ke-5 samapai ke-14
 
Pemeriksaan Penunjang
- Kadar bilirubin meningkat
- Ikterus
- Hemoglobulinuria
- Oliguria
- Dan retensi nitrogen yang akan menimbulkan uremia
 
Penatalaksanaan
- Hentikan transfusi
- Berikan diuretik untuk mencegah nekrosis tubular akut
- Manitol 10% 10-15 menit diberikan sebanyak 1.000 ml
- Jika terdapat anuria, kemungkinan besar terjadi gagal ginjal
- Pengobatan dilakukan terhadap gagal ginjal akut (Penting! jaga keseimbangan elektrolit & cairan)
- Lakukan pemeriksaan ulang darah donor dan resipien

4. Transmisi Penyakit Infeksi
Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi antara lain:
- Hepatitis
- Malaria
- Sifilis
- HIV/AIDS
 
Setiap calon donor harus ditanyakan dahulu apakah pasien pernah menderita penyakit tersebut dan apakah pasien baru saja datang dari daerah endemis 


Sumber : http://materi-kuliah-akper.blogspot.com oleh dr. Eni Kusumawati 


0 Komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!