Sabtu, 24 September 2011

Irama Dan Lirik Lagu Pulihkan Kemampuan Bicara Pasien Stroke

Gangguan bicara yang sering dialami pasien stroke bisa diterapi dengan bernyanyi. Tidak asal menyanyikan lagu tentunya, melainkan harus dipilihkan lagu-lagu dengan lirik yang mudah dan irama yang teratur agar efeknya lebih optimal.

Para peneliti di Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences di Leipzig, Jerman, telah menemukan bahwa yang terpenting dalam terapi bernyanyi adalah ritme lagu yang paling penting. Selain itu, lirik lagu dan kata-kata yang sederhana berdampak kuat terhadap kemampuan bicara.

Ketika stroke merusak daerah yang berperan dalam fungsi bicara di otak kiri, penderita sering mengalami kesulitan berbicara yang parah. Kondisi ini dikenal dengan aphasia non-fluent. Terkadang, ketidakmampuan berbicara ini bersifat permanen.

Menyanyi merupakan kegiatan berpikir sambil merangsang area-area otak kanan, sehingga ada anggapan bahwa daerah yang rusak berkaitan dengan fungsi bicara adalah otak kiri. Metode pengobatan yang dikenal sebagai Terapi Intonasi Melodic didasarkan pada gagasan ini.

"Tapi bukti ini saja belum cukup menjelaskan mengapa bernyanyi dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk mengatasi aphasia," kata Benjamin Stahl, peneliti Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences.

Untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa pengaruh menyanyi, Stahl dan rekan melakukan penelitian terhadap 17 pasien stroke aphasia non-fluent. Mereka diminta mengartikulasikan beberapa ribu suku kata yang dinyanyikan dan dibacakan dengan iringan musik berirama atau tanpa irama. Teks-teks yang dipilih menggunakan bahasa yang sama namun bervariasi dalam tingkat keakrabannya.

Hasil penelitian yang dirilis Medicalxpress.com  ini menunjukkan bahwa menyanyi bukanlah faktor penentu perbaikan kondisi pasien. Bernyanyi sesuai teks tidak menghasilkan hasil yang lebih baik daripada berbicara namun berirama.

"Elemen kunci dalam pasien kami bukanlah pada melodi, tapi irama. Dampak positif terbesar dialami area otak yang lebih dalam, yaitu daerah ganglia basal. Daerah ini dikenal penting dalam diproses membentuk irama," kata Stahl.

Kata-kata atau lirik lagu juga mempengaruhi keberhasilan terapi pada penderita stroke. Lirik lagu terkenal serta menggunakan kata-kata yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari bisa memberikan efek yang besar pada perkembagan kondisi pasien.






 

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!