Jumat, 16 September 2011

Ternyata Serangan Stroke Tak Bisa Dibantu Dengan Tusuk Jarum di Telinga

img
Ada anggapan bahwa pertolongan pertama pada orang yang terkena stroke adalah dengan menusuk telinganya pakai jarum. Konon katanya hal itu untuk mencegah terjadinya perdarahan parah di otak. Sayangnya tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan klaim tersebut dan dokter malah tidak menyarankannya.

Darah yang keluar ketika telinga ditusuk jarum diyakini akan mengurangi volume darah yang mengalir di sekitar otak. Berkurangnya volume darah akan menurunkan tekanannya, sehingga risiko perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah akan berkurang.

Namun pakar stroke asal Florida, Jose Vega MD, PhD menegaskan bahwa seorang dokter tidak mungkin menyarankan hal itu. Langkah terbaik saat terjadi serangan stroke adalah secepatnya memanggil ambulans, agar korban mendapat pertolongan yang lebih baik di rumah sakit.

"Dalam waktu 3 jam, orang stroke harus segera mendapatkan t-PA (obat untuk memecah gumpalan darah). Setiap menit sangat berharga jadi jangan pernah buang-buang waktu," ungkap Dr John Vega dalam tulisannya seperti dikutip dari About.com :

Menusuk telinga dengan jarum hingga berdarah tidak akan mengatasi serangan stroke yang dipicu oleh penggumpalan darah atau yang disebut stroke iskemik. Meski telinganya berdarah, otak tetap tidak mendapat suplai oksigen karena pembuluh darahnya masih tersumbat.

Sementara untuk stroke akibat perdarahan otak atau stroke hemoragi, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa menusuk telinga bisa menolong. Cara ini justru berisiko memicu infeksi jika jarumnya tidak steril, atau perdarahan yang tidak terkendali jika cara menusuknya salah.

Stroke terjadi ketika sel-sel otak mengalami kerusakan akibat suplai darah terganggu, baik karena tersumbat maupun sebab lain. Lain penyebab, lain pula penanganannya sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri tanpa bantuan alat-alat monitoring yang canggih seperti di rumah sakit.

Mengingat jenis stroke ada berbagai macam dan masing-masing memiliki faktor pemicu yang berbeda, maka langkah terbaik adalah membawa pasien ke rumah sakit secepat mungkin. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa dan menentukan jenis terapi yang paling sesuai.


Sumber : Detikhealth.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!