Sabtu, 19 November 2011

Sarapan Putih Telur Bikin Tak Cepat Ngantuk

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Neuron. Jika Anda sering mengantuk menjelang makan siang, mungkin sarapan yang Anda makan salah. Cobalah ganti menu sarapan dengan telur rebus terutama bagian putih telur. Protein yang terkandung didalamnya membantu Anda tetap terjaga dan merasa waspada.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa protein telur, khususnya yang ditemukan pada bagian putih telur, dapat membantu orang tetap terjaga dan merasa waspada, sehingga tidak mudah mengantuk saat beraktivitas.

Protein pada putih telur lebih efektif ketimbang karbohidrat yang ditemukan dalam cokelat, biskuit atau permen yang sering diandalkan untuk meningkatkan energi dengan cepat.

Peneliti Cambridge University mempelajari bagaimana nutrisi mempengaruhi sel-sel otak yang membuat orang tetap terjaga dan membantu membakar kalori.

Suatu campuran yang mirip dengan kandungan protein putih telur mengaktifkan sel-sel otak, sehingga memicu pelepasan stimulan orexin. Sedangkan gula justru memblokir pelepasan orexin, sehingga makan gula akan membuat orang mudah mengantuk.

Hormon orexin merupakan hormon yang diproduksi di otak. Kekurangan hormon orexin sering ditemui pada penderita narcolepsia, yakni rasa kantuk berlebihan di siang hari yang kadang-kadang memicu serangan tidur yang tidak terkendali. Pelepasan hormon orexin akan mengurangi rasa kantuk dan membuat orang lebih terjaga.

"Yang menarik adalah bagaimana memiliki cara rasional untuk 'tune' sel-sel otak menjadi lebih atau kurang aktif dengan memutuskan apa makanan yang akan dimakan. Penelitian menunjukkan bahwa jika Anda memiliki pilihan antara selai di roti bakar atau putih telur di atas roti panggang, maka pilihlah yang kedua (putih telur di atas roti panggang)," jelas Dr Denis Burdakov, peneliti dari Cambridge University, seperti dilansir Dailymail,

Bahkan meskipun dua pilihan tersebut berisi jumlah kalori yang sama, putih telur yang memiliki protein lebih akan memerintahkan tubuh untuk membakar kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi.



Sumber : Detikhealth.com


 

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!