Sabtu, 04 Desember 2010

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan



A.     Faktor Fisik
1.      Status kesehatan
Status kesehatan ibu hamil merupakan faktor penting pada permulaan bagian kehamilan, sakit atau penyakit tertentu yang menyertai kehamilan akan memperburuk kesehatan dan berdampak kesejahteraan janin. Pemusatan perhatian pada ibu hamil akan membantu kesiapan ibu secara fisik dan psikologis menjalani kehamilan dan mempersiapkan persalinan.
2.      Status gizi
Nutrisi merupakan satu dari banyak faktor yang ikut mempengaruhi hasil akhir kehamilan, faktor yang membuat nutrisi wanita hamil berisiko seperti : ketidaktauan akan zat gizi, kebiasaan makanan yang aneh, pola makan yang tidak tertur akan berpengaruh pada status gizi dan pertumbuhan serta perkembangan janin.

3.      Gaya hidup : substance abuse, perokok, hamil di luar nikah, kehamilan tidak diharapan
Obat-obatan, alkohol, perokok
Penyalahgunaan atau pola penggunaan zat kimia atau obat secara berlebihan atau tidak tepat atau biasa disebut substance abuse pada ibu hamil sesuai penelitian sejak tahun 1964 pada kelainan bayi yang disebabkan oleh Tholidomide.
Telah menemukan periode kritis ketika bayi sedang dalam proses pembentukan, bahkan setiap dosis tunggal dari obat yang membahayakan yang diminum oleh ibu dapat menyebabkan kelainan pada janin.
Obat-obatan aditif seperti heroin yang digunakan oleh ibu masuk ke dalam darah janin dan menyebabkan janin menjadi terganggu pada obat tersebut. Ketika bayi lahir sumber obat tersebut dihentikan, dan mereka menunjukkan ancaman hidup khas. Gejala putus obat saat bayi lahir seperti ini mungkin dimasukkan ke PTW, intensif neonatus untuk observasi.
Semua alkohol harus dihindari selama masa kehamilan, karena penelitian terakhir menunjukkan bahwa wanita hamil yang minum alkohol memiliki resiko mendapatkan anak dengan kelainan kongenital, retardasi fisik dan pertumbuhan mental, kelainan mata, jantung, telinga, wajah dan otak.
Penelitian terakhir juga menunjukkan bahwa merokok atau secara terus menerus terpapar pada lingkungan berasap adalah membahayakan baik bagi ibu atau bayinya, menyebabkan retardasi pertumbuhan mental, memperburuk keadaan sistem pernapasan akut atau kronik. Merokok juga mengganggu kemmpuan tubuh untuk menggunakan vitamin C, suatu vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan jaringan dalam pertumbuhan janin.
Tetapi tidak semua kehamilan diterima sebagai sebuah anugrah, beberapa hasil penelitian menujukkan adanya korelasi antara pengguguran kehamilan, gangguan pertumbuhan perkembangan janin, gangguan psikologi ibu dengan kejadian hamil di luar nikah dan kehamilan yang tidak diharapkan.

B.      Faktor Psikologis
1.      Stressor internal dan ekstrenal
Stressor Internal
Pada umunya kehamilan memberikan arti emosional yang sangat besar pada setiap wanita, sehubungan dengan peristiwa kehamilan tersebut pada umumnya terjadi bahwa calon ibu atau wanita yang dengan hamil itu sering dihinggapi oleh keinginan-keinginan atau kebiasaan aneh.
Bahkan ada yang mempunnyai keinginan yang tradisional dan pada umumnya senantiasa dibarengi emosi-emosi dan dorongan-dorongan yang kuat. Banyak orang dengan penelitian-penelitiannya mengatakan bahwa keadaan tersebut dirangsang oleh kebutuhan-kebutuhan hormonal.
Seorang wanita menjadi sangat perasa, mudah tersinggung, lebih-lebih jika permintaanya tidak dipenuhi oleh suami maka timbullah semacam obsesi dan tekanan batin pada kehidupan psikisnya. Seorang wanita yang hidup bahagia biasanya merasakn kepuasan dan kebahagiaan ketika ia menjadi hamil. Ia bangga akan dirinya serta kesuburannya dan kegairahan menyambut bayinya yang akan lahir. Namun demikian sekalipun behasrat benar untuk menjadi ibu dan cukup realistis disertai sikap hidup yang sehat terhadap diri sendiri dan orang lain kehamilan itu merupakan suatu tujuan berat baginya dan menimbulkan ketakutan-ketakutan tertentu itu adalah berupa keseriusan disebabkan oleh kelelahan dan kesakitan jasmani, jadi bingung, kecemasan.

Stressor Eksternal
Lingkungan dan kebudayaan, maka psikologis mengenai kehamilan itu mau tidak mau banyak diwarnai dengan kepercayaan dan keyakinan tradisional daerah masing-masing. Reaksi pasikis terhadap kehamilan itu dengan sendirinya sangat banyak dan amat bervariasi, namun elemen pokok yang umum terhadap pada setiap wanita hamil ialah ketakutan dan kepercayan tahyyul. Hal ini, dapat terjadi baik terhadap wanita terpelajar atau tidak.
Peristiwa demikian ini terjadi pada hampir setiap wanita di dunia, sekalipun kebudayaan mereka berbeda. Ringkasnya, semua mekanisme perasaan dan relasi dengan kehamilannya itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang paling dekat, terutama dipengaruhi oleh ekseptasi dukungan masyarakat lingkungan tersebut terhadap si bayi yang berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya. Juga Policy Nasional, interest ekonomi, nilai-nilai etis tertentu mengenai hakekat anak manusia, semua ikut mempengaruhi sikap wanita terhadap kehamilannya. Bahkan perturan-peraturan sosial yang dikembangnkan oleh manusia itu sendiri mengenai kelahiran anak, itu sering bertentangan dengan hukum-hukum biologi kodrat.
Ketakutan-ketakutan dalam berbagai macam bentu dan ekspresinya berupa kesulitan-kesulitan ekonomis, kesulitan emosional macam-macam penyakit. Kematian dalam keluarga, relasi tidak harmonis dengan suami dan dengan anggota keluarga lainnya, lingkungan tetangga dan masyarakat semua karena lingkungan itu langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh terhadap kehamilannya. Sehubungan dengan banyaknya faktor eksternal yang mempengaruhi wanita hamil, maka mereka sering menutup diri dan meneymbunyikan segenap intimitas serta emosi-emosinya, sehingga sulit bagi kita ikut mengahayati semua kehidupan wanita hamil serta sulit memperoleh informasi yang cukup banyak dan terpercaya tentang kehidupan psikis seorang wanita hamil.

2.      Support keluarga
Pada kehamilan sering terjadi perubahan psiko sosial pada wanita mengikuti perubahan psikologis. Berikut reaksi wanita muncul terhadap kehamilannya, salah satunya sikap ambivalen, hal ini dikarenakan perubahan peran yang akan dialaminya dan tanggung jawab besar yang akn diterimanya. Kondisi kesiagaan bagi wanita hamil itu, perlu dilengkapi sekuritas sosial. Hal ini bisa dihayati jika wanita itu merasakan cinta mesra suaminya, semua keseriusan, kecemasan, ketakutan dan kepanikan, baik riil maupun yang bersifat fantasi yang ada dalam masa kehamilan akan berkurang atau bisa lenyap sama sekali jika yang bersangkutan merasa terlindungi oleh suaminya. Jika ia merasa sikap keayahan yang mantap dari bekal ayah dan anak yang dikandungnya.
Dalam mengahadapi masalah psikologis yang ditimbulkan oleh kehamilan, sangt diperlukan adanya bantuan selain dari suami juga dari pihak keluarga ibu untuk memberikan dukungan dan support untuk wanita hamil.
Support keluarga yang dekat diberikan pada wanita hamil adalah berupa perhatian, kasih sayang dan cinta untuk memenuhi kebutuhan wanita hamil baik itu merupakan kebutuhan psikologi maupun kebutuhan fisik.
Adapun manfaat dari support keluarga terhadap kehamilan adalah dengan adanya campur tangan keluarga dapat membantu ibu untuk merasakan keputusan mereka. Dengan dukungan keluarga berupa perhatian, memberikan perlindungan cinta dan kasih sayang serta memberikan pengertian / penjelasan kepala ibu bahwa apa yang dialami ibu sekarang adalah sesuatu yang wajar dan alamiah serta situai/ keadaan atau ketidaknyamanan yang dialaminya lambat laut akan hilang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Dukungan keluarg sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan emosional ibu selama periode kehamilannya.

3.      Partner Abuse
Penyalahgunaan atau kekuatan yang terjadi dalam rumah tangga baik secara fisik maupun psikologis akan berdampak pada kesehatan ibu. Kekerasan psikologis akan menimbulkan ketakutan, kesakitan pada fisik yang berujung pada hasil akhir kehamilan.

C.      Faktor Lingkungan, Sosial, Budaya, Ekonomi
1.      Faktor lingkungan
a.      Suami
-          Peranan suami dalam kehamilan  besar pengaruhnya, karena dukungan atau support yang berdasarkan cinta kasih dapat mengalahkan segalanya, walaupun segala kebutuhan atau fasilitas tersedia tetapi tanpa dukungan dari suami tidak ada segalannya akan sia-sia.
-          Suami merupakan pengambil keputusan yang utam bila terjadi gawat darurat pada ibu hamil.
b.      Keluarga
Hidup di antara lingkungan dapat mempengaruhi wanita dalam kehamilannya.
Tinggal di lingkungan keluarga biasanya dapat memberi dukungan terhadap kehamilannya, tapi sebaliknya ada juga ibu hamil yang merasa tidak nyaman tinggal di lingkungan keluarga terutama di lingkungan keluarga suami atau mertua.
c.       Teman
Dengan bergaul dengan teman dapat memberikan pengaruh yang positif atau negatif
Pengaruh positif dapat membantu ibu ke hal-hal yang sehat dan dapat mengurangi stress sert dapat meminta pendapat sesuai pengalamnya.
Sedang pengaruh negatif dapat mempegaruhi kehamilanya dengan cara dapat menambah masalah pada kesehatan lainnya seperti merokok dan lain-lain.
d.      Lingkungan yang sehat termasuk tempat tinggal yang nyaman, bebas dari kebisingan
e.      Iklim
Keadaan iklim yang buruk dapat mempengaruhi kenyamanan.

2.      Faktor Sosial Budaya
-          Biasanya juga disebut faktor eksternal. Walupun secara tidak langsung mempengaruhi kehamilan, tapi faktor sosial budaya juga dapat dukungan psikologis pada kelangsungan kehamilan.
-          Pengaruh adat istiadat, tradisi dan kebudayaan terhadap kehamilan amat bervariasi dan tidak sama, oleh karena itu pengaruhnya sangatlah luas.
-          Pengaruh-pengaruh tersebut mencakup :
§  Kebiasaan atau gaya hidup
§  Misalnya kebiasan/ tradisi suatu daerah yang menharuskan ibu hamil untuk makan dan minum ramuan agar kehamilannya aman, seperti minum jamu dan lain-lain.
§  Kebiasaan dari suatu daerah menyambut kehamilan yang diadakan pesta dan mandi dengan menggunakan bunga-bunga.
§  Kebiasaan tiap ibu hamil harus diurut agar mempercepat proses kelahirannya nanti.
-            Kebiasaan-kebiasaan ini dapat dilaksanakan sepanjang tidak menganggu kehamilannya dan tidak menimbulkan resiko kematian ibu dan bayi
-            Kepercayaan dan keyakinan-keyakinan tradisional daerah masing-masing tidak sama dan bervariasi, baik pada suku daerah yang berkebudayaan tinggi maupun yang masih primitif.
-            Tapi pada wanita hamil yang masih percaya dengan keyakian-keyakinan tradisional dapat menimbulkan ketakutan, karena adanya cerita-cerita tahayul dan adanya roh-roh jahat serta setan-setan pemakan manusia yang usil mengganggu wanita-wanita hamil. Seperti cerita-cerita roh kuntil, kolong wewe, pongo, dan lain-lain, sehingga dapat mempengaruhi ibu hamil merasa takut sampai menyebabkan kematian dan menutup dirinya terhadap lingkungan.
-          Sedang pada wanita yang terpelajar dalam kebudayaan modern sekarang ini, mengalami ketakutan yang bersumber pada :
§  Merasa bersalah atau berdosa
§  Takut kerana kesulitan-kesulitan ekonomi
§  Kesulitan-keulitan emosional
§  Penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian
§  Isu-isu negatif dari mulut-mulut yang bersumber.
3.      Ekonomi
Faktor ekonomi juga merupakan faktor yang memgang peranan penting dalam kehidupan keluarga, terutama kehamilan. Karena di mana-mana, kapan dan siapa saja memerlukan kesiapan ekonomi, disamping kesiapan fisik dan mental pada ibu hamil dan juga kesiapan persalinan serta kepentingan bayinya, bayi itu di desa maupun di kota.
Bila faktor ini tidak terpenuhi, biasanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil dan kan menimbulkan ketidaknyamana selama menjalani kehamilannya dan secara tidak langsung akan berpengaruh negatif pada bayinya.
Untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, biasanya tanpa menghiraukan pentingnya istirahat dan makanan yang harus dipenuhinya serta ap-apa yang diperlukan selama kehamilannya. Menerapkan pola menabung dapat membantu ibu dalam ekonomi.
Keperawatan Maternitas oleh Elisabeth Tulak, S.pd, A.keb, M.Kes (Dosen terbaik Politeknik Kesehatan Makassar Prodi Keperawatan Parepare)

Posting by Zen
Amparita, 04 Desember 2010
00.35 WITA

1 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!