Selasa, 14 Desember 2010

Irigasi Luka

1. Pengertian
Suatu tindakan pembersihan secara mekanis dengan larutan isotonik atau pengakuan fisik terhadap jaringan debris.

2. Tujuan
• Menghilangkan eksudan dan debris,benda asing dari luka yang lambat sembuh
• Memberikan pada daerah luka yang sakit
• Untuk meningkatkan penyembuhan atau memudahkan pengolesan obat luka
3. Peralatan
• Bak instrument steril berisi: pinset 2, kasa steril, gunting, lidi waten.
• Larutan irigasi (200 – 500 ml sesuai pesanan ) dihangatkan pada suhu tubuh ( 37 – 40 C)
• Spuit irigasi steril ( kateter karet merah steril sebagai penghubung untuk luka dalam lubang kecil )
• Kom balutan steril dan peralatan untuk mengganti balutan
• Perlak pengalas
• Jelly dan spatel lidah
• Bengkok
• Sarung tangan steril dan bersih

4.  Prosedur pelaksanaan
1. Jelaskan prosedur pada klien. Gambarkan sensasi yang akan dirasakan selama irigasi.
2. Susun peralatan disamping tempat tidur
3. Posisikan klien sehingga larutan irigasi akan mengalir dari bagian atas tepi luka kebagian dalam kom yang diletakkan dibawah luka.
4. Letakkan perlak pengalas dibawah luka pasien.
5. Cuci tangan
6. Kenakan sarung tangan bersih sekali pakai dan lepaskan plester, ikatan atau perban
7. Lepaskan plester dengan melepas ujungnya dan menariknya perlahan, sejajar dengan kulit dan kearah balutan
8. Dengan tangan yang telah menggunakan sarung tangan atau pinset, angkat balutan, pertahankan bagian bawah yang kotor jauh dari penglihatan klien. Lepaskan satu demi satu balutan
9. Bila balutan lengket ke luka, lepaskan dengan meneteskan normal salin steril
10. Obstervasi kateter dan jumlah drainase aa bautan
11. Buang balutan kotor pa dah yang telah dsaan, indar ominasi engan permukaan luar waa. Lepaskan sarung tangan dengan menarik bagian dalam keluar. Buang ditempat yang disediakan
12. Siapkan peralatan steril. Buka kom dan tuangkan larutan. Buka spuit dan siapkan bak instrument. Pakai sarung tangan steril
13. Letakkan bengkok bersih menempel kulit pasien dibawah insisi atau letak luka
14. Hisap larutan kedalam spuit. Saat memegang ujung spuit
15. Lanjutkan irigasi sampai larutan jernih yang mengalir kedalam bengkok
16. Dengan kasa steril. Keringkan tepi lka, bersihkan dari yang terkontaminasi sampai ke area yang terkontaminasi. Bergerak dengan progersif menekan dari garis insisi atau tepi luka
17. Pasang balutan steril
18. Bantu klien untuk posisi yang nyaman
19. Bereskan peralatan dan cuci tangan
20. Catat pada catatan perawat volume dan tipe larutan, karakteristik drainase, penampilan luka, dan respon klien

5. Hal yang diperhatikan perawat
a) Bila terpasang drain, lepaskan lapisan balutan satu persatu sehingga tidak terjadi penarikan drain tidak disengaja
b) Jangan paksa menyemprotkan irigan kedalam luka yang tidak tampak
c) Pelindung mata harus dipakai bila terdapat resiko kontaminasi okuler

6. Penyuluhan klien
Klien biasanya tidak dipulangkan kerumah bila masih diperlukan irigasi. Namun demikian, instruksikan klien tentang prosedur irigasi luka sehingga ia dapat memantau kemajuan penyembuhannya. Selain itu, instruksikan dini membantu klien dan keluarganya menyiapkan kepulangan dan keperawatan rumah yang diperlukan .


Created By Zen
Amparita, 14 Desember 2010
17.14 WITA

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!