Rabu, 16 Februari 2011

Prosedur Pengukuran Tekanan Darah

1. Pengertian
Tekanan darah : aliran darah terhadap setiap satuan luas dari dinding pembuluh darah

 Pengukuran Tekanan Darah

Tekanan Darah Menggambarkan :
- Keefektifan Kontraksi Jantung
- Cukup Tidaknya volume darah
- Adanya obstruksi / hal-hal lain yang menghambat aliran darah
- Bunyi Jantung
- Selama gerakan jantung terdengar 2 macam suara :
(Disebabkan oleh katup-katup yang menutup secara pasif)

Bunyi Jantung II Disebabkan :
- Menutupnya katub Aortik dan pulmoner sesudah kontraksi dari ventrikel
Bunyi  Jantung II : Pendek dan Tajam terdengar seperti suara “ D U B “

Fase I : Pengisian
Volume Akhir Sistole :
- Jumlah darah yang tetap tinggal dalam ventrikel sesudah denyut jantung terdahulu.
- Volume Ventrikel : ± 45 ml
- Tekanan Diastole hampir 0

Volume Akhir Diastole :
- Darah baru yang berasal dari atrium memasuki ventrikel (± 70 ml)
- Meningkat ± 115 ml

Fase II : Kontraksi Isovolemik
- Volume tetap , tekanan ventrikel sebesar 80 mm Hg.

Fase IV : Periode Relaksasi Isovolemik
- Akhir periode ejeksi, katup semilunar menutup ke nilai tekanan diastole
- Ventrikel kembali ke titik permulaan
( sisi darah dalam ventrikel 45 ml tekanan atrium 0 mmHg

2. Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah (Fisiologi)
- Tahanan Perifer
- Tahanan yang dikeluarkan oleh gesekan darah yang mengalir dalam pembuluh
- Elastisitas dinding P. Darah
- Viskositas (kekentalan darah)
- Volume Darah
- Gerakan memompa jantung

Faktor lain :
- Ber + usia tekanan darah semakin naik
- Pria > wanita (pada umur sama)
- Formula tekanan darah sistolik untuk anak

Bp. Sistole : 80 + (2 x umur anak dalam tahun)
Variasi tekanan darah menurut umur

3. Cara Mengukur TD
Persiapan Alat :
1. manometer air raksa/aneroid
2. stetoskop
3. buku observasi

Cara Kerja :
a. Cuci tangan
b. Terangkan pd pasien ttg prosedur yang akan dilakukan dan tujuan dilakukan pengukuran tekanan darah
c. Berikan pd pasien posisi yg nyaman ( berbaring / duduk ) bila pasien duduk salah satu tangan diletakkan diatas meja (tangan kanan dengan posisi flexi dan sejajar dgn jantung)
d. Palpasi daerah arteri brachialis
e. Pastikan bahwa manset tidak ada udara, kemudian pasang manset diatas arteri brachialis ± 2,5 cm (diatas denyutan )
f. Letakkan manometer (tabung air raksa sejajar
dengan mata)
g. Untuk memulai mengukur tek. Darah, buka dahulu kait yang terletak dibawah tabung air raksa ke arah kanan .
h. Palpasi daerah arteri radialis dan temukan denyutan. Tutup katup pemompa dgn kencang kemudian pompa sampai tidak teraba denyutan pada arteri radialis tambahkan ± 30 mmHg.
i. Pasang stetoskop pada telinga dan letakkan di arteri brachialis
j. Buka katup pemompa secara perlahan-lahan dgn waktu ± 30 detik/ 2-3 mmHg.
k. Dengar bunyi I dan pada angka berapa bunyi I terdengar
l. Lanjutkan sampai bunyi II terdengar
m. Ulangi pengukuran dgn selang waktu 30 menit
n. Catat hasil pengukuran dan bereskan alat
o. Cuci tangan

4. Gangguan Tekanan Darah

- Hipertensi >130mmHg
- Hipotensi <90mmHg

Sumber : http://materi-kuliah-akper.blogspot.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!