Jumat, 19 Agustus 2011

Kanker Payudara Tipe Invasive Lobular Carcinoma (ILC)

Kanker ini lebih berbahaya karena pertumbuhan sel kanker yang lebih cepat dan telah keluar dari kelenjar susu dimana pertama kali sel kanker ini tumbuh. Invasive lobular carcinoma (ILC) merupakan perkembangan dari lobular carcinoma in situ (LCIS) . Bagaimana detilnya?

Invasive lobular carcinoma atau juga sering disebut sebagai infiltrating lobular carcinoma, merupakan satu tipe kanker payudara yang berawal di kelenjar susu (lobules) dan kemudian menyerang jaringan disekitarnya. Sekitar 20.000 wanita didiagnosis terkena kanker payudara tipe ini setiap tahun di Amerika Serikat. Dari seluruh kejadian kanker, kejadian ILC mencapai 15% – 20%.

Dibandingkan dengan kanker payudara invasive lainnya yang umum terjadi yaitu invasive ductal carcinoma (IDC), Invasive Lobular Carcinoma lebih sulit terlihat pada mammogram. Meski ILC cenderung membesar saat didiagnosis, secara umum memiliki bentuk yang tidak menyeramkan dibandingkan IDC.

Secara fisik ILC akan muncul bukan dalam bentuk benjolan, tapi berupa penebalan area di payudara anda. Sel ILC cenderung akan merusak lobule dan kemudian menyerang jaringan payudara di sekitarnya dengan membuat bentuk semacam jaring-jaring. Area yang terserang akan memiliki tekstur yang berbeda dari jaringan payudara yang normal, dan cenderung tidak menajdi massa yang terpisah.

Hasilnya, sebuah invasive lobular carcinoma memiliki dimensi cukup lebar sekitar 2 sampai 5 cm, sebelum tanda atau gejalanya muncul. Gejala yang dapat terlihat adalah:


• Satu area penebalan pada satu bagian payudara
• Satu area baru pada payudara yang terlihat penuh atau bengkak
• Satu perubahan tekstur atau kondisi kulit payudara, seperti berkerut atau menebal
• Puting tertarik ke dalam (nipple retraction)

ILC akan dimulai saat sel pada satu atau lebih kelenjar susu mengalami pertumbuhan abnormal. Sel akan membelah dengan lebih cepat dari sel normal. Ketika sel abnormal masih tetap berada di dalam lobule, kondisi ini disebut lobular carcinoma in situ (LCIS). Kondisi ini merupakan penanda bahwa risiko kanker payudara seorang wanita meningkat. Ketika sel abnormal menembus keluar dari lobule dan menyerang jaringan di sekitarnya terjadilah ILC.

Sekitar separuh dari kejadian ILC, dipengaruhi faktor mutasi gen yang disebut E-cadherin (CDH1). Gen ini mengendalikan aktifitas satu jenis protein yang akan menjaga sel tumor tidak menyerang jaringan normal dan menyebar. Beberapa peneliti percaya bahwa padamnya E-cadherin membuat ILC berkembang. Saat lobular carcinoma terdiagnosa, ahli patologi akan meminta contoh protein E-cadherin pada jaringan yang terserang, untuk memastikan yang terjadi ILC atau LCIS.

1. Pemeriksaan dan Diagnosis
Diagnosis awal dari ILC dapat menjadi proses yang menantang. Hasil sinar-X jaringan payudara anda, mungkin tidak mendeteksi adanya ILC di awal perkembangannya.

Dokter mungkin akan melakukan mammogram atau USG untuk mengevaluasi abnormalitas yang ditemukan pada uji fisik atau terlihat pada hasil mammogram. USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur bagian dalam dari tubuh. USG cenderung lebih baik dibandingkan mamografi dalam mendeteksi ILC, namun dari sisi ukuran kadang tidak tepat.

Saat didiagnosis dan sebelum operasi dilakukan, dokter mungkin juga akan meminta dilakukannya magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengevaluasi perkembangan kanker dan membantu dalam pengambilan keputusan operasi. MRI payudara menggunakan gelombang radio dan magnet untuk membuat gambar ‘interior’ payudara.

Diagnosis ILC secara pasti hanya dapat dilakukan dengan melakukan biopsy-mengambil contoh jaringan payudara untuk dianalisis di laboratorium. Jika hasil laboratorium menyatakan anda terkena ILC, langkah berikutnya adalah menentukan seberapa parah kanker anda – stadium, perkembangan, dan tingkat keparahannya.

Contoh sel kanker juga diperiksa ada tidaknya reseptor estrogen dan progesterone. ILC selalu diikuti kondisi yang disebut estrogen receptor positive, yang berarti pasien harus mendapat obat yang mengubah interaksi hormone dengan sel kanker.

2. Komplikasi
ILC dibandingkan IDC, cenderung lebih mungkin muncul pada kedua payudara, sekitar 20% wanita dengan ILC di salah satu payudaranya, akan mendapat ILC di payudaranya yang lain. ILC cenderung lambat menyebar keluar payudara (metastasize). Jika menyebar, kemungkinan akan muncul di saluran pencernaan, dinding perut atau indung telur.

3. Penanganan dan Pengobatan
Penanganan ILC meliputi operasi pembedahan dan terapi tambahan, meliputi kemoterapi, terapi radiasi dan hormone. Saat operasi kanker payudara, simpul limfe di bawah ketiak juga akan dievaluasi dengan teknik simpul sentinel (sentinel node technique). Simpul limfe sentinel merupakan simpul limfe pertama yang menerima aliran cairan dari tumor payudara, jika hasilnya negative, maka kanker mungkin belum menyebar keluar payudara. Namun jika positif, dokter bedah akan berdiskusi untuk operasi pengangkatan simpul limfe. Prosedur ini dikenal dengan istilah axillary node dissection.

Jika ukuran tumor lebih besar dari payudara, dan anda ingin payudara tidak diangkat semua, dokter bedah akan menganjurkan anda menjalani kemoterapi sebelum pembedahan (neoadjuvant chemotherapy) untuk mengecilkan tumor. Setelah anda selesai menjalani kemoterapi, dokter bedah akan memutuskan pembedahan yang akan anda jalani.

4. Pembedahan
Terkadang dimungkinkan untuk mengangkat ILC pada stadium awal. Operasi bedah in dikenal dengan istilah lumpectomy atau irisan lokal lebar. Dokter bedah akan mengangkat tumor saja, dengan batas irisan jaringan normal disekitar tumor, untuk memastikan kanker telah terangkat semua. Batas negatif atau “clean” akan mengurangi peluang hidupnya kanker di payudara. Jika batas irisan positif, anda harus menjalami oerasi tambahan sampai batas negative diperoleh, atau bahkan jika terpasksa anda harus menjalani mastektomi atau pengangkatan payudara.

152_margins


5. Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat untuk memusnahkan sel kanker. Penganganan ini sering menggunakan dua atau kebih kombinasi obat. Kemoterapi biasa dilakukan empat sampai delapan putaran dalam waktu tiga sampai enam bulan.

6. Radiasi
Setalah menjalani lumpectomy, terapi radiasi diberikan untuk membunuh sisa sel kanker yang ada dalam payudara dan di bawah ketiak anda. Terapi ini akan mengurangi peluang kanker datang kembali di area yang sama. Radiasi dilakan 30 kali dalam waktu lebih dari enam minggu dan dimulai sekitar tiga atau empat minggu setelah lumpectomy. Jika kemoterapi disarankan, maka anda akan menjalani kemoterapi dahulu, diikuti terapi radiasi.

7. Terapi Hormon
Terapi hormon, atau tepatnya terapi penghambatan hormone (hormone-blocking therapy)— biasa dilakukan untuk menangani ILC dengan reseptor estrogen positif. Terdapat dua kelas pengobatan yang digunakan dalam terapi hormone, yaitu selective estrogen receptor modulators (SERMs), seperti tamoxifen; dan aromatase inhibitors, seperti anastrozole (Arimidex), letrozole (Femara) or exemestane (Aromasin).



Sumber Referensi :

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!