Sabtu, 01 Oktober 2011

Naas! Operasi Tuli Agar Bisa Mendengar Malah Kehilangan Indera Perasa


img
Soozie Tarkenter 
Seorang wanita tuli telah kembali bisa mendengar setelah menjalani operasi implan. Tapi untuk mendapatkan kembali indera pendengarannya, ia harus menukarnya dengan indera perasa. Operasi membuatnya kehilangan kemampuan mengecap atau merasakan makanan.

Soozie Tarkenter (40 tahun) sangat bahagia ketika dokter mengatakan bahwa bisa melakukan implan koklea yang memungkinkannya bisa mendengar untuk pertama kalinya.

Namun saat dilakukan operasi transplantasi (implan), perangkat tersebut begitu dekat dengan saraf di wajahnya, sehingga membuat Soozie benar-benar mati rasa dan kehilangan kemampuan indera pengecap.

"Saya tidak bisa percaya pada perbedaan yang terjadi setelah beralih pada implan. Saya bisa mendengar semuanya dengan jelas, itu sangat aneh. Tetapi pada saat yang sama, karena daerah implan sangat dekat dengan saraf wajah, saya kehilangan kemampuan untuk merasa," jelas Soozie Tarkenter, seperti dilansir Dailymail.

Setelah operasi, Soozie menengguk minuman favoritnya dan saat itulah ia menyadari bahwa ia telah kehilangan kemampuan untuk merasakan makanan. Soozie berharap indera perasanya bisa kembali normal. Tapi jika tidak terjadi, ia menanggap hal itu hanyalah harga kecil yang harus ia bayar untuk kembali bisa mendengar.

"Itu (kemampuan merasa dan mengecap) mungkin akan kembali, tapi jika tidak itu adalah harga kecil untuk membayar agar saya bisa mendengar kembali," jelas Soozie.

Soozie menyadari tidak mendengar sejak usia 18 tahun. Hal itu terjadi ketika ia masih duduk di bangku sekolah di Dunoon, Skotlandia. saat nilai-nilainya mulai turun. Ketika itu ia tahu bahwa ia bukan tidak bisa memahami pelajaran, namun ia hanya bisa mendengarkan guru yang berbicara dengan nada sangat tinggi. Segera setelah diperiksa, Soozie harus menggunakan alat bantu dengar analog untuk pertama kali.

"Semua orang di sekolah berpikir saya bodoh. Saya selalu berjuang (belajar) dan saya tidak tahu mengapa (nilainya selalu jelek). Ternyata saya tidak bisa mendengar, tapi saya selalu seperti itu jadi saya pikir semua orang sama dengan saya," jelasnya.

Ketika menggunakan alat bantu dengar, Soozie berpikir semuanya akan menjadi lebih baik. Ternyata sebaliknya, semuanya berjalan semakin mengerikan.

"Orang-orang berpikir mengenakan alat bantu dengar sama seperti memakai kacamata, bahwa pendengaran akan langsung menjadi baik-baik saja. Ini tidak seperti itu. Alat bantu dengar hanya memperkuat semua 'sampah' di sekitar saya. Saya pikir hidup saya sudah berakhir," ujar Soozie.

Tapi pada 19 Agustus tahun lalu, ia telah dilengkapi dengan implan koklea elektronik, yang dibedah dengan dimasukkan ke bagian dalam telinga. Saat implan diaktifkan seminggu kemudian, ia bisa mendengar segalanya.

"Lagu pertama yang saya dengan adalah Lost in Music dari Sister Sledge. Sungguh menakjubkan bisa mendengarkan kata-kata dan melodi. Tapi ini mengubah hidup saya. Saya merindukan beberapa rasa seperti anggur, tapi bonusnya saya tidak harus kepedasan saat makan kari," pungkasnya.


SumberDetikhealth.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!