Kamis, 10 November 2011

Video Game Efektif Untuk Terapi Pasien ICU

img 
Siapa yang tak suka bermain video game? Di samping menghibur, permainan ini telah lama diketahui dapat membantu memulihkan kemampuan gerak pasien stroke. Tapi ternyata manfaat kesehatnya tak hanya itu. Penelitian baru dari John Hopkins menunjukkan bahwa game ini juga dapat menjadi terapi fisik yang efektif.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan secara online dalam Journal of Critical Care, para peneliti mempelajari kelayakan penggunaan video game untuk melengkapi terapi fisik di Intensive Care Unit (ICU).

Para peneliti Johns Hopkins mengidentifikasi 22 orang pasien dewasa yang sakit kritis selama satu tahun. Pasien-pasien tersebut diajak bermain video game sebagai bagian dari terapi fisik rutin. Pasien-pasien ini merupakan sebagian dari 410 pasien yang mendapat terapi fisik standar di ICU.

Para pasien dalam penelitian ini kebanyakan adalah laki-laki berusia 32 sampai 64 tahun. Umumnya, para pasien dirawat di ICU karena masalah kesehatan seperti kegagalan pernapasan, sepsis (peradangan seluruh tubuh), dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Seluruh pasien berpartisipasi dalam 42 sesi terapi dengan menggunakan video game konsol Nintendo Wii dan Wii Fit. Semua pasien dapat menyelesaikan kegiatan ini selama hampir setengah dari sesi 20 menit dan diawasi langsung dari seorang terapis fisik.

Video game yang paling umum dimainkan adalah tinju, bowling, dan penggunaan papan keseimbangan. Pemilihan permainan ini memang bertujuan untuk meningkatkan stamina dan keseimbangan pasien.

"Pasien yang dirawat di unit perawatan intensif medis sangat sakit dan meskipun telah mendapat terapi fisik, mereka masih bermasalah dengan otot, keseimbangan dan koordinasi tubhnya untuk dapat sembuh," kata Michelle E Kho, PT, PhD, asisten profesor Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Johns Hopkins yang memimpin penelitian itu.

"Kami selalu mencari cara kreatif untuk meningkatkan perawatan rehabilitasi pasien yang sakit kritis, dan penelitian kami menunjukkan bahwa video game interaktif dapat membantu," imbuhnya seperti dilansir Epharmapedia.com.

Terapi video game dalam durasi pendek sangat ideal dan sangat murah dibandingkan dengan peralatan medis di ICU. Apabila ditambahkan dengan terapi fisik secara teratur, video game dapat meningkatkan minat pasien untuk mengikuti terapi dan termotivasi untuk melakukan terapi lagi.

"Penelitian kami memiliki keterbatasan karena pasien tidak dipilih secara acak, sesi video game yang jarang dilakukan, dan jumlah pasien yang kecil. Langkah selanjutnya adalah mempelajari apa manfaat terapi fisik yang terbaik dari video game ini," pungkas Kho.


Sumber : Detikhealth.com



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!