Selasa, 22 November 2011

Otak Hanya Butuh Waktu 0,2 Detik Mengenali Gambar Bugil

Otak memproses informasi gambar telanjang lebih cepat daripada gambar tubuh yang berpakaian. Otak hanya butuh 0,2 detik untuk memproses gambar tubuh telanjang. Semakin minim pakaian yang dikenakan dalam foto-foto, semakin cepat proses pengolahan informasinya.

Kebanyakan orang memang suka melihat gambar tubuh manusia telanjang atau berpakaian minim. Melihat tubuh telanjang akan membangkitkan gairah seksual. Tubuh manusia telanjang juga merupakan subjek yang umum dalam seni rupa klasik.

Bahkan, iklan-iklan saat ini menggunakan model berpakaian setengah telanjang untuk memberikan citra positif terhadap produk yang diiklankan.

Penelitian yang dilakukan Jari K Hietanen dari Universitas Tampere dan Lauri Nummenmaa dari Universitas Aalto di Finlandia menunjukkan bahwa persepsi terhadap tubuh yang telanjang mendorong tahap awal pemrosesan visual.

Dalam penelitian tersebut, peserta diperlihatkan foto pria dan wanita yang mengenakan pakaian sehari-hari, baik pakaian biasa, pakaian renang atau yang telanjang.

Pada saat yang sama, respons otak visual direkam lewat aktivitas listrik dalam otaknya. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menyelidiki tahap awal pengolahan informasi visual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari 0,2 detik, otak memproses gambar tubuh telanjang lebih efisien daripada gambar tubuh yang berpakaian. Bahkan semakin minim pakaian yang dikenakan dalam foto-foto, semakin cepat proses pengolahan informasinya, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Selasa (22/11/2011).

Respons otak paling kuat adalah saat peserta melihat foto-foto tubuh yang telanjang, terkuat kedua adalah ketika melihat foto mengenakan pakaian renang, dan paling lemah ketika melihat foto dengan pakaian lengkap.

Otak peserta laki-laki merespond lebih kuat pada wanita telanjang daripada tubuh laki-laki telanjang, sedangkan respond otak peserta perempuan tidak dipengaruhi jenis kelamin.

Temuan ini menunjukkan bahwa sinyal otak meningkatkan gairah seksual. Selain respond otak, evaluasi dan pengukuran diri para peserta juga mencerminkan aktivasi sistem saraf otonom sesuai dengan yang diharapkan peneliti, yaitu gambar-gambar telanjang lebih membangkitkan gairah dibanding gambar jenis lain.

Cepatnya pemrosesan sinyal seksual ini mungkin berperan penting dalam reproduksi dan memastikan persepsi mitra potensial untuk mencari pasangan secara efisien.



0 Komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, Semoga dapat memberi wawasan yang lebih bermanfaat!