Tampilkan postingan dengan label Tes Laboratorium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tes Laboratorium. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

HIV-1 RNA (Real Time PCR )

1. Definisi
HIV-1 RNA (Real Time PCR) adalah pemeriksaan kuantitatif Human  Immunodeficiency Virus tipe 1 (HIV-1) RNA dalam plasma manusia dengan metode real time PCR, menggunakan Cobas® alat AmpliPrep untuk proses ekstraksi RNA otomatis dan Cobas® TaqMan® analyzer untuk amplifikasi dan deteksi secara simultan.

Pemeriksaan ini dapat mengkuantitasi HIV-1 RNA  dalam rentang 20 – 10.000.000 copies/ml. Satu kopi HIV-1 RNA ekuivalen dengan 1,7 ± 0,1 IU berdasarkan standar internasional WHO pertama HIV-1 RNA untuk teknik nucleic acid-based techniques (NAT).

Pemeriksaan ini digunakan bersama dengan gambaran klinis dan penanda laboratorium lainnya untuk penatalaksanaan klinis pasien yang terinfeksi HIV-1.

2. Keuntungan pemeriksaan
·      Penggunaan metode real time PCR menghasilkan sensitivitas yang lebih baik dan rentang pengukuran yang lebih luas dalam mengkuantitasi HIV-1 RNA dalam plasma EDTA.
·      Pencakupan kelompok HIV-1 yang lebih luas, yaitu grup M, subtipe A-H dan grup O, dengan penggunaan dua gen target (gag gene & LTR HIV-1 region).
·      Presisi dan akurasi yang lebih baik karena semua tahapan proses mulai dari ekstraksi RNA sehingga deteksi dilakukan secara full-automatic.

3. Waktu pemeriksaan
1.   Pada baseline (awal terapi) untuk menentukan kapan terapi dapat dimulai.
2.   Pengukuran setelah dimulainya terapi atau setelah mengubah terapi.
3.   Pengukuran selama terapi atau sesuai indikasi klinis untuk mengetahui efektivitas pengobatan dan melihat apakah terapi yang diberikan dapat menjaga viral load  tetap rendah.
4.   Pengukuran pada pasien yang tidak diterapi, diukur setiap 3-4 bulan untuk menentukan kapan tetap dimulai.

4. Informasi teknis
Nama pemeriksaan      : HIV-1 RNA (Real Time PCR)
Metode pemeriksaan   : real time PCR
Jenis Sampel                : plasma EDTA
Stabilitas                      : - 24 jam pada suhu ruang
-    6 hari pada 2-8oC
-    6 minggu pada -20oC s/d -80oC
Hari kerja                    : 1x seminggu
Nilai rujukan               : virus tidak terdeteksi

5. Nilai Rujukan

No.
Hasil
Keterangan
1
Virus tidak terdeteksi
Virus tidak terdeteksi atau di bawah limit deteksi metode yang digunakan (< 20 copies/ml)

2
Positif ….. copies/ml (≥ 20 s/d ≤ 10.000.000 copies/ml)
Virus terdeteksi dalam rentang linearitas metode yang digunakan

3
Positif > 10.000.000 copies/ml
Virus terdeteski di atas batas linearitas metode yang digunakan

Kamis, 10 Februari 2011

Hitung Jenis Sel Darah Putih

1. Definisi

Hitung jenis sel darah putih memberikan informasi yang lebih spesifik tentang infeksi dan proses penyakit.
Neutrofil : Paling banyak terdapat dalam sirkulasi sel darah putih dan berespon cepat terhadap inflamasi dan sisi cedera jaringan daripada jenis sel darah putih lainnya.
Eosinofil : Hitung eosinofil meningkat pada saat alergi dan saat penyakit yang disebabkan oleh parasitik.
Basofil : Hitung basofil meningkat pada selama proses penyembuhan.
Monosit : merupakan pertahanan baris kedua terhadap infeksi bakteri dan benda asing. Sel ini lebih kuat daripada neutrofil dan dapat mengkonsumsi partikel debris yang besar. Akan tetapi monosit berospon lambat daripada neutrofil
Limfosit : Peningkatan jumlah limfosit terjadi pada infeksi kronis dan virus


2. Nilai rujukan

 Jenis SDP  Dewasa Anak
 Neutrofil  2500-7000 mikroliter (mm3)  Sama dengan dewasa
 Eosinofil  100-300 mikroliter (mm3)
 Basofil  40-100 mikroliter (mm3)
 Monosit  200-600 mikroliter (mm3)
 Limfosit  1700-3500 mikroliter (mm3)


3. Masalah klinis
Penurunan kadar:
Neutrofil : penyakit virus, leukimia (limfositik dan monositik), agranulositosis, anemia defisiensi zat besi dan anemia aplastik; Pengaruh obat: terapi antibiotik, agen imunosuppresif.
Eosinofil : stres, luka bakar, syok, hiperfungsi adrenokortikal; Pengaruh obat: kortison, ACTH
Basofil : Stres, reaksi hipersensitifitas, kehamilan, hipertiroidisme
Manosit : Leukimia limfositik, anemia aplastik
Limfosit : kanker, leukimia, hiperfungsi adrenokortikal, agranulositosis, anemia aplastik, sklerosis multipel, gagal ginjal, sindrom nefraotik, SLE

Peningkatan kadar:
Neutrofil : Infeksi akut, penyakit inflamasi (artitis reumatoid, gout, pneumoni), kerusakan jaringan (infark miokardial akut, luka bakar,  cedera tabrakan, pembedahan), leukimia, penyakit hemolitik pada bayi yang baru lahir, kolestitis akut, apendisitis akut, pankreatitis akut; Pengaruh obat: Epinefrin, digitalis, heparin, sulfonamid, lithium, kortison, ACTH.
Eosinofil : Alergi, penyakit parasitik, kanker, plebitis, asma, emfisema, penyakit ginjal
Basofil : Proses inflamasi, leukimia, proses penyembuhan infeksi, anemia hemolitik
Monosit : Penyakit virus (mononukleosis infeksius, parotitis, herpes zoster), penyakit parasitik, leukimia monositik, kanker, anemia, SLE
Limfosit : leukimia, limfositik, infeksi virus, infeksi kronik, mieloma multipel, hipofungsi adrenokortikal



Sumber : http://medicatherapy.com



Gamma-glutamil transferase (GGT)

1. Definisi

Enzim ini banyak ditemukan terutama dalam hati dan ginjal, sementara kuantitas yang lebih rendah ditemukan dalam limfa, kelenjar prostat dan otot jantung. Uji GGTP dipandang lebih sensitif untuk menentukan disfungsi hati daripada uji alkalin fosfatase (ALP)


2. Nilai rujukan
Dewasa:
Pria: 4-23 iU/l
Wanita: 3-13 IU/l

Lansia: sedikit lebih tinggi dari dewasa


3. Masalah klinis
Peningkatan kadar:
Sirosis hati, nekrosis hati akut dan sub akut, alkoholisme, hepatitis akut dan kronis, kanker (hati, pankreas, prostat, payudara, ginjal, paru-paru, otak), mononukleosis infeksius, hemokromatosis (deposit zat besi dalam hati), diabetes mellitus, hiperproteinemia (type IV), MCI akut, CHF, pankreatitis akut, epilepsi, sindrom nefrotik

Pengaruh obat:
Fenitoin, fenobarbital, aminoglikosida, warfarin



Sumber : http://medicatherapy.com



Aseton & Badan Keton

1. Definisi

Badan keton terdiri atas tiga senyawa-aseton, asam asetoasetat dan asam betahidroksibutirat-yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak. Badan keton terjadi akibat diabetes mellitus yang tidak terkontrol serta kelaparan sehingga terjadi katabolisme lemak yang meningkaat, bukan metabolisme karbohidrat


2. Nilai rujukan
Dewasa:
Kuantitatif: 0,3-2,0 mg/dl
Keton: 0,5-4 mg/dl

Anak:
Sama dengan dewasa


3. Masalah klinis
Peningkatan kadar:
ketoasidosis diabetik, kelaparan/malnutrisi, muntah, diare, serangan jantung dan olah raga.


Sumber : http://medicatherapy.com


Asam Urat

1. Definisi

Asam urat adalah produk tambahan dari metabolisme purin. Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan serum (hiperuresemia) bergantung pada fungsi ginjal, laju metabolisme purin dan asupan diet dari makanan yang mengandung purin. Jumlah asam urat yang berlebian disekresikan melalui urin. Asam urat dapat menkristal dalam saluran kemih pada kondisi urin keadaan asam. Masalah yang paling banyak terjadi berkaitan dengan hiperuresemia adalah gout.


2. Nilai rujukan
Dewasa:
Pria : 3,5-8 mg/dl
Wanita : 2,8-6,8 mg/dl

Anak:
2,5-5,5 mg/dl

Lansia:
3,5-8,5 mg/dl


2. Masalah klinis
- Penurunan kadar:
Penyakit Wilson, asidosis tubulus ginjal proksimal, anemia defisiensi asam folat, luka bakar, kehamilan
Pengaruh obat:
Allopurinol, azatropin, koumadin, probenesid, sulfinpirazon

- Peningkatan kadar:
Gout, alkoholisme, leukimia, kanker metastase, mieloma multipel, eklamsi berat, hiperproteinemia, diabetes mellitus, gagal jantung kongestif, glomerulonefritis, gagal ginjal, stres, keracunan timbal, pajanan sinar X, latihan fisik, diet penurunan berat badan tinggi protein, anemia hemolitik, limfoma
Pengaruh obat:
Asam askorbat, diuretik, levodopa, metildopa, fenotiazin, salisilat (dalam waktu yang lama), teofilin



Sumber : http://medicatherapy.com



Asam Folat

1. Definisi
Asam folat merupakan salah satu vitamin B yang diperlukan untuk kerja sel darah merah dan sel darah putih yang normal . Uji anemia asam folat serum biasanya dilakukan untuk mendeteksi anemia asam folat yaitu anemia megaloblastik (sel darah merah berukuran besar). Penyebab lain defisit asam folat serum yakni kehamilan (karena defisiensi makanan yang mengandung asam folat, juga karena kebutuhan asam folat pada janin sangat besar), alkoholisme dan penuaan.


2. Nilai rujukan
Dewasa : 3-16 ng/ml (bioassay), 200-700 ng/ml (sel darah merah)
Anak : Sama dengan dewasa


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar:
Anemia asam folat (anemia megaloblastik), anemia defisiensi B6, malnutrisi, sindrom absorbsi, kehamilan, malignansi, penyakit hati.
Pengaruh obat: fenitoin, pirimedon, obat anti neoplasma (metotreksat), obat antimalaria, kontrasepsi oral

- Peningkatan kadar:
Anemia pernisiosa


Sumber : http://medicatherapy.com


Rabu, 09 Februari 2011

Hemoglobin (Hb)

1. Definisi

Hemoglobin merupakan zat protein yang ditemukan dalam sel darah merah, yang memberi warna merah darah. Hemaglobin terdiri dari zat besi yang merupakan pembawa oksigen. Kadar hemoglobin yang tinggi terjadi karena keadaan dehidrasi (hemokonsetrasi), sedangkan kadar hemoglobin yang rendah berkaitan dengan berbagai masalah klinis.


2. Nilai rujukan
Dewasa:
Pria: 13,5-17 g/dl
Wanita: 12-15 g/dl

Anak:
Bayi baru lahir: 14-24 g/dl
Bayi: 10-17 g/dl
Anak: 11-16 g/dl



3. Masalah klinis
- Penurunan kadar: 
Anemia, pendarahan hebat, sirosis hati, leukimia, sarkodoidosis, kanker, talasemia, kehamilan, penyakit ginjal
Pengaruh obat: antibiotik (kloramfenikol, penisilin, tetrasiklin), aspirin, obat anti neoplastik, derivat hidantonin, hidralazin, indometasin, inhibitor MAO, primakuin, rifampin, sulfonamid, trimetadion, vitamin A (dosis besar)

- Peningkatan kadar:
Dehidrasi, polisistemia, daerah dataran tinggi, CHF, luka bakar yang parah
Pengaruh obat: gentamisin, metildopa





Sumber : http://medicatherapy.com



Hematokrit (Hct)

1. Definisi
Hematokrit adalah volume (dalam milimeter) sel darah merah yang ditemukan dalam 100 ml (1 dl) darah, dihitung berdasarkan presentase. Hematokrit dapat menjadi indikator keadaan hidrasi pada pasien.

2. Nilai rujukan

Dewasa:
Pria: 40-54 %
Wanita: 36-46 %

Anak:
Bayi baru lahir: 44-65 %
Anak 1-3 tahun: 29-40 %
Anak 4-10 tahun: 31-43 %


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar: 
Kehilangan darah akut, anemia, leukimia, limfosarkoma, malignansi organ, sirosis hati, malnutrisi protein, defisiensi vitamin, gagal ginjal kronik, ulkus peptikus, kehamilan.
Pengaruh obat: obat antineoplastik, antibiotik (kloramfenikol dan penisilin), obat radioaktif.

- Peningkatan kadar:
dehidrasi, diare berat, diabetes asidosis, emfisema pulmonar, iskemia serebrum, eklamsi, luka bakar, pembedahan.


Sumber : http://medicatherapy.com


Selasa, 08 Februari 2011

Gula Darah 2 Jam Sesudah Makan (GDJ2PP)

1. Definisi

Uji gula darah 2 jam pascaprandial biasanya dilakukan untuk mengukur respon klien terhadap asupan tinggi  karbohidrat 2 jam setelah makan.


2. Nilai rujukan
Dewasa : <120 mg/dl
Lansia : <140 mg/dl


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar: 
Reaksi hipoglikemik (insulin berlebih), kanker (lambung, paru-paru dan hati), malnutrisi, alkoholisme, hipofungsi kelenjar adrenal, sirosis hati, aktivitas berat, hiperinsulinisme.

- Peningkatan kadar:
Diabetes mellitus, asidosis metabolik, MCI akut, stress, trauma, luka bakar, infeksi, gagal ginjal, hipotermia, aktivitas, kanker pankreas, CHF, pembedahan lainnya
Pengaruh obat: ACTH, diuretik, obat anestesi, levodopa


Sumber : http://medicatherapy.com


Gula Darah Puasa (GDP)

1. Definisi
Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot rangka. Insulin dan glukagon merupakan dua hormon yang mempengaruhi kadar gula dalam darah.Insulin diperlukan untuk transportasi glukosa ke dalam sel. Sedangkan glukagon menstimulasi glukogenolisis (pengubahan glikogen cadangan menjadi glukosa) dalam hati.
Penurunan kadar gula darah (hipoglikemi) terjadi akibat asupan makanan yang tidak adekuat (terlalu banyak). Jika terjadi peningkatan kadar gula dalam darah berarti insulin tidak mencukupi kondisi ini disebut diabetes.


2. Nilai rujukan
Dewasa : 60-100 mg/dl
Anak : 60-100 mg/dl
Lansia : 70-120 mg/dl


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar: 
Reaksi hipoglikemik (insulin berlebih), kanker (lambung, paru-paru dan hati), malnutrisi, alkoholisme, hipofungsi kelenjar adrenal, sirosis hati, aktivitas berat, hiperinsulinisme.

- Peningkatan kadar:
Diabetes mellitus, asidosis metabolik, MCI akut, stress, trauma, luka bakar, infeksi, gagal ginjal, hipotermia, aktivitas, kanker pankreas, CHF, pembedahan lainnya
Pengaruh obat: ACTH, diuretik, obat anestesi, levodopa



Sumber : http://medicatherapy.com



Kreatinin Fosfokinase (CPK)

1. Definisi
Kreatinin fosfokinase merupakan enzim yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada otot jantung dan otot rangka dan dalam konsentrasi rendah pada jaringan otak.
CPK/CK serum biasanya meningkat akibat penyakit rangka, MCI akut, penyakit serebrovaskular, aktivitas berat, injeksi intramuskular dan hipokalemi. CPK/CK memiliki dua jenis isoenzim: M yang berkaitan dengan otot dan B yang berkaitan dengan otak. Proses elektroforesis dapat memisahkan isoenzim menjadi tiga subdivisi: MM (dalam otot rangka dan beberapa otot jantung), MB (di dalam jantung), dan BB (di dalam jaringan otak). Peningkatan CPK/CK isoenzim dapat menandakan terjadinya kerusakan pada sel tersebut. 


2. Nilai rujukan
Dewasa:
Pria : 5-35 ug/ml, 30-180 IU/l
Wanita : 5-25 ug/ml, 25-150 IU/l

Anak:
Bayi baru lahir: 65-580 IU/l pada suhu 30 C
Anak: 70 IU/l


3. Masalah klinis
Peningkatan kadar:
Infark miokard akut, penyakit otot rangka, cedera serebrovaskular dan akibatnya terjadi peningkatan isoenzim CPK.
Pengaruh obat : Injeksi IM, deksametason, furosemid, aspirin dosis tinggi, ampisilin, karbenesilin, klorfibrat


Sumber : http://medicatherapy.com


Kolesterol

1. Definisi

Kolesterol merupakan lemak darah yang disintesis di hati serta ditemukan di sel darah merah, memmbran sel dan otot. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai fasilitator pencernaan lemak dan untuk pembentukanhormon oleh kelenjar adrenal, ovarium, dan testis.
Kolesterol serum digunakan sebagai indikator penyakit arteri koroner dan arterosklerosis. Hiperkolesterolemia menyebabkan penumpukan plak di arteri koroner sehingga dapat menyebebkan miokardial infark. 


2. Nilai rujukan
Dewasa:
< 200 mg/dl

Anak: 
Bayi: 90-130 mg/dl
Anak: 130-170 mg/dl


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar: 
Hipertiroid, sindroma chusing (kelenjar adrenal berlebih), kelaparan, malabsorpsi, anemia, infeksi akut.
Pengaruh obat: antilipid, tiroksin, antibiotik (kanamisin, neomisin, tetrasiklin), asam nikotinat, estrogen, glukagon, heparin, salisilat, kolkisin, anti diabetik oral

- Peningkatan kadar:
Miokardial infark, arterosklerosis, obtruksi bilier, sirosis bilier, sindroma nefrotik, diabetes tidak terkontrol.
Pengaruh obat:
Aspirin, kortikosteroid, kontrasepsi oral, epinefrin, norepinefrin, fenotiazin, vitamin A dan D, sulfonamid, fenitoin.


Sumber : http://medicatherapy.com


Nitrogen Urea Darah (BUN)

1. Definisi

Urea dihasilkan sebagai produk akhir metabolisme protein dan diekresikan melalui ginjal. Peningkatan kadar nitrogen urea darah (blood urea nitrogen: BUN) dapat menjadi indikasi terjadinya dehidrasi, gagal prarenal atau gagal ginjal.


2. Nilai rujukan
Dewasa : 5-25 mg/dl
Anak : Bayi: 5-15 mg/dl ; Anak: 5-20 mg/dl
Lansia : Nilainya diketemukan lebih tinggi daripada dewasa


3. Masalah klinis
- Penuruna kadar:
Kerusakan hati yang parah, diet rendah protein, hidrasi yang berlebihan, malnutrisi.
Pengaruh obat: Fenotiazin

- Peningkatan kadar:
Dehidrasi, asupan tinggi protein, pendrahan gastrointestinal, gagal prarenal, gagal ginjal, sepsis,.
Pengaruh obat:
Obat nefrotoksik; diuretik (furosemid, triamteren, etakrinat); antibiotik (gentamisin, kanamisin, kloramfenikol, neomisin, vankomisin), metildopa, guenetidin, sulfonamid, propanolol, morfin, lithium karbonat, salisilat

Sumber : http://medicatherapy.com


Senin, 07 Februari 2011

Bilirubin (Total dan langsung/direct)

1. Definisi

Bilirubin terbentuk akibat penguraian hemoglobin oleh sistem retikuloendotelial dan dibawa di dalam plasma menuju hati untuk melakukan proses konjugasi (secara langsung), untuk membnetuk bilirubin diglukuronida dan diekresikan ke dalam empedu.
Bilirubin langsung atau terkonjugasi kerap muncul akibat ikterik obstruktif, baik yang bersifat ekstrahepatika (akibat pembentukan batu atau tumor) ataupun intrahepatika. Bilirubin terkonjugasi tidak dapat keluar dari empedu menuju usus sehingga akan masuk kembali dan tereabsorpsi dalam aliran darah.


2. Nilai rujukan
Dewasa :
Total: 0,1-1,2 mg/dl
Langsung (terkonjugasi): 0,1-0,3 mg/dl

Anak :
Total:
Bayi baru lahir:  1-12 mg/dl
Anak: 0,2-0,8 mg/dl


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar:
Anemia/defisiensi zat besi
Pengaruh obat: barbiturat, salisilat (aspirin), penisilin, kafein dosis tinggi

- Peningkatan kadar:
neoplasma, hepatitis, sirosis, mononukleosis infeksius, metastasis kanker hati
Pengaruh obat: antibiotik (anfoterisin B, klindamisin, eritromisin, gentamisin, linkomisin, oksasiklin, tetrasiklin), sulfonamid, obat anti tuberkulosis, alopurinol, asetazolamid, diazepam, barbiturat, narkotik (kodein, morfin, meperidin), indometasin, metotreksat, metildopa, papaverin, prokainamid, steroid, kontrasepsi oral, tolbutamid, vitamin A, C dan K.


Sumber : http://medicatherapy.com


Bilirubin (tak langsung/indirect)

1. Definisi

bilirubin tak langsung atau tak terkonjugasi merupakan ikatan protein yang dikaitkan dengan peningkatan penghancuran sel darah merah (hemolisis). Peningkatan bilirubintak langsung dapat terjadi pada hemolisis yang terpicu oleh autoimunatau transfusi. Pada beberapa maslah klinis, CHF dan kerusakan hati yang srius, kadar bilirubin baik yang langsung ataupun tidak langsung akan meninggi. Kadar bilirubin tak langsung kerap meningkat akibat sel hati yang tidak mampu mengkonjugasi jumlah yang normal sehingga terjadi peningkatan kadar bilirubin yang tak terkonjugasi.


2. Nilai rujukan
Dewasa : 0,1-1,0 mg/dl
Anak : Sama dengan deawasa


3. Masalah klinis
- Penurunan Kadar:
Pengaruh Obat: barbiturat, salisilat (aspirin), penisilin, kafein dalam dosis tinggi

- Peningkatan Kadar:
Eritroblatosis fetalis, anemia sel sabit, reaksi transfusi, anemia pernisiosa, malaria, septikemia, anemia hemolitik, CHF, sirosis, hepatitis.



Sumber : http://medicatherapy.com


Analisa Gas Darah

1. Definisi
Analisa gas darah (AGD) biasanya dilakukan untuk mengkaji gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan oleh gangguan pernafasan dan/atau gangguan metabolik. Komponen dasar AGD mencakup pH, PaCO2, PaO2, SO2, HCO3 dan BE (base excesses/kelebihan basa).



3. Nilai rujukan
- Dewasa :
pH: 7,35-7,45; PaCO2: 35-45 mm Hg; PaCO2: 75-100 mmHg; SaO2: >95%; SvO2: >70%; HCO3: 24-28 mEq/l; kelebihan basa (base excess): +2 sampai -2 mEq/l

- Anak:
pH: 7,36-7,44. pengukuran lainnya sama dengan dewasa.

Penarikan kesimpulan:
  • Jika pH < 7,35, PaCO2 > 45 mm Hg dan HCO3 serta BE normal, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan asam basa mengarah pada keadaan asidosis respiratorik.
  • Jika pH > 7,45, PaCO2 < 35 mm Hg dan HCO3 serta BE normal, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan asam basa mengarah pada keadaan alkalosis respiratorik.
  • Jika pH < 7,35, PaCO2 normal, sementara HCO3 dan BE masing-masing < 24 mEq/l dan <-2, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan asam basa terjadi pada keadaan asidosis metabolik.
  • Jika pH > 7,45, PaCO2 normal, sementara HCO3 dan BE masing-masing > 28 mEq/l dan >+2, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan asam basa mengarah pada keadaaan alkalosis metabolik


3. Masalah klinis

- Asidosis respiratorik:
Penyakit paru kronis (emfisema, bronkitis kronis, asma parah), sindrom gawat pernafasan akut (ARDS), anestesi, pneumonia
Pengaruh obat: narkotik, sedatif

- Alkalosis respiratorik:
Toksisitas salisilat (fase awal), kecemasan, histeris, tetani, olahraga aktif, demam, hipertiroid, delirium tremens, emboli paru

- Asidosis metabolik:
Ketoasidosis diabetik, diare berat, kelaparan/malnutrisi, syok, luka bakar, gagal ginjal,, infark miokardial akut

- Alkalosis metabolik:
Muntah berat, pengisapan lambung, ulkus peptik, pengeluaran kalium, pemberian bikarbonat berlebih, gagal hepar, kistik fibrosis
Pengaruh obat: natrium oksalat, kalium oksalat


Sumber : http://medicatherapy.com


Klorida (serum)

1. Definisi
Klorida berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, osmolalitas cairan tubuh (dengan natrium), serta keseimbangan asam basa. Ion ini berkabung dengan ion hidrogen untuk mengk mendapatkan untuk menghasilkan kadar keasaman di lambung.
Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa klorida bersaing dengan bikarbonat untuk mendapatkan natrium. Apabila cairan tubuh menjadi lebih asam, ginjal mengkompensasinya dengan mengekresikan klorida dan natrium dan bikarbonat direabsorbsi.


2. Nilai rujukan
Dewasa : 95-105 mEq/l
Anak : 98-105 mEq/l


3. Masalah klinis
- Penurunan kadar
muntah, pengisapan gastrik, diare, hipokalemi, hiponatremi, diet rendah garam, cairan infus dektrosa 5 %, gastroenteritis, kolitis, insufiensi kelenjar adrenal, asidosis diabetik, hiperaldosteronism, infeksi akut, luka bakar, alkalosis metabolik
Pengaruh obat : Diuretik, bikarbonat
- Peningkata kadar
Dehidrasi, hipernatremi, hiperparatiroid, kanker lambung, mieloma multipel, hiperktivitas kelenjar adrenal, cedera kepala, eklamsi, dekompensasi jantung, disfungsi ginjal, hiperventilasi, asidosis metabolik.
Pengaruh obat: asetazolamid, ammonium klorida, asam borat, obat kortison, resin penukar ion, penggunaan triateren lama


Sumber : http://medicatherapy.com

Protein C - Reaktif

1. Definisi
Protein C-reaktif (CRP) bersirkulasi dalam darah selama 6 sampai 10 jam setelah proses inflamasi akut dan destruksi jaringan dan kadarnya memuncak dalam 48 sampai 72 jam. CRP merupakan uji nonspesifik untuk  alasan diagnostik yang serupa dengan alasan dilakukannya uji laju endap darah (ESR), tetapi CRP mendahului peningkatan ESR selama inflamasi dan nekrosis, kemudian segera kembali ke kadar normalnya.
N High Sensetivity CRP merupakan uji yang sangat sensitif untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular dan vaskular perifer. Uji ini sering dilakukan bersamaan dengan skrining kolesterol.


2. Nilai rujukan
Dewasa : Biasanya tidak ada
Kualitatif: titer >1:2 = positif
Kuantitatif: 20 mg/dl

Anak : Biasanya tidak ada
N High Sensitivity CRP

Dewasa : < 0,175 mg/l


3. Masalah klinis
- Kadar normal:
Supresi obat: kortison, prednison, salisat
- Peningkatan kadar:
AR, demam reumatik, MCI akut, penyakit perifer pada otak, ginjal dan ekstremitas, kanker (payudara dan metastasisnya), penyakit inflamasi usus, penyakit hodgin, SLE,infeksi bakterial, masa kehamilan trisemester akhir, alat kontrasepsi intrauterus
Pengaruh obat: kontrasepsi oral


Sumber : http://medicatherapy.com

Laktat Dehidrogenase (LDH)

1. Definisi 
Laktat dehidrogenase (LDH) adalah enzim intraseluler yang terdapat pada hampir semua sel yang bermetabolisme, dengan konsentrasi tertinggi yang ditemukan di jantung, otot rangak, hati, ginjal, otak dan sel darah merah


2. Nilai rujukan
Dewasa : LDH Total: 100-190 IU/l
Anak : 50-150 IU/l


3. Masalah klinis
-Peningkatan kadar: 
MCI akut, CVA, kanker (paru-paru, tulang, hati, usus, payudara, serviks, testis, ginjal, lambung, melanoma kulit), leukimia akut, infark pulmonal akut, anemia, defisiensi asam folat, hepatitis akut, pingsan karena panas.
Pengaruh obat:; Narkotik (kodein, morfin, meperidin)


Sumber : http://medicatherapy.com


Jumlah Trombosit

1. Definisi
Trombosit merupakan unsur dasar di dalam darah yang dalam meningkatkaan proses koagulasi

2. Nilai rujukan
Dewasa : 150000-400000 mikroliter
Anak : 200000-475000 mikroliter

3. Masalah klinis
- Penurunan kadar
mieloma multipel, kanker, leukimia, anemia, penyakit hati, SLE, penyakit ginjal, eklamsi, demam reumatik akut
Pengaruh obat: antibiotik (kloromisetin, streptokinase), sulfonamid, aspirin (salisilat), quinidin, quinin, asetazolamid, amidopirin, diuretik tiazid, fenilbutazon, tolbutamid, injeksi vaksin, agen kemotropik.
- Peningkatan kadar
polistemia vera, trauma (pembedahan, fraktur), pascasplenektomi, kehilangan darah akut, karsinoma metastatik, emboli pulmonar, dataran tinggi, tuberkulosis, retikulositosis, latihan fisik berat
Pengaruh obat: epinefrin


Sumber : http://medicatherapy.com